Mencicipi Kerupuk dari Batang Pohon Pisang, Penasaran Rasanya?

Kerupuk gedebok atau hati batang pisang produksi ibu PKK Desa Konang sudah tembus pasar luar jawa (foto/Metrotv) Kerupuk gedebok atau hati batang pisang produksi ibu PKK Desa Konang sudah tembus pasar luar jawa (foto/Metrotv)

LAMONGAN : Di tengah pandemi covid-19, sekelompok ibu-ibu rumah tangga di Desa Konang, Glagah, Lamongan ini justru sibuk berinovasi. Mereka mengolah kerupuk alami. Bahannya, dari batang pohon pisang atau gedebok. Rasanya yang gurih, serta kaya akan gizi membuat kerupuk gedebok ini berhasil dipasarkan ke berbagai daerah hingga ke luar pulau Jawa.

Kerupuk olahan ibu PKK di Desa ini memang unik. Umumnya, kerupuk terbuat dari bahan campuran ikan,daging dan udang. Tetapi di tangan mereka, gedebok juga bisa jadi cemilan. 

Proses pembuatan kerupuk gedebok sangatkan mudah. Pertama batang pohon pisang dikupas sampai habis hingga menyisahkan hati batang pisangnya. Lalu, hati batang pohon pisang itu diiris-iris, dicuci bersih dan direbus hingga matang. 

Setelah matang, bahan tersebut lalu diblender dan disaring untuk dipisahkan dari ampasnya. Ampas hati batang pohon pisang yang berserat kemudian dicampur dengan adonan tepung dan bumbu yang sudah disiapkan. 

Kemudian, adonan batang pisang yang sudah dicampur dengan tepung dan bumbu dibungkus dengan daun pisang berbentuk lontong. Setelah itu dikukus hingga matang. Kemudian di iris tipis dan dijemur hingga kering. Krupuk pisang pun siap digoreng.

Salah seorang pembuat kerupuk pisang, Nur Qomariyah mengatakan ide awal membuat kerupuk gedebok lantaran pohong pisang begitu melimpah yang dibuang begitu saja menjadi sampah. Selain banyak bahan bakunya, kandungan gizi di dalam hati batang pohon pisang melimpah.

"Kami pun mulai belajar dan mencari informasi terkait kandungan gizi di hati batang pisang tersebut. Lalu coba berkreasi membuat kerupuk," ungkapnya. 

Setelah dibuat, kreasi ibu-ibu PKK ini ternyata disukai banyak orang. Saat ini penjualan kerupuk gedebok telah menyebar ke seluruh wilayah di Jawa Timur, Seperti/ Tuban, Surabaya, Malang, Lumajang bahkan hingga keluar jawa yakni pulau Kalimantan dan Sumatera.

Omzet penjualan, kerupuk gedebok ini telah lebih dari Rp 5 juta perbulannya dengan harga jual Rp 7 ribu sampai Rp 10 ribu perbungkusnya. 

Inovasi ibu-ibu pkk ini juga sudah mendapatkan dukungan dari pemerintah desa.

"Kami berharap kerupuk gedebok bisa ikut pameran ke tingkat internasional di Belgia lantaran inovasi ini sudah lolos kurasi yang dinilai oleh Kadin Jawa Timur yang diselenggaran beberapa bulan yang lalu,"ungkap Kepala Desa Konang, Yunus 
 


(ADI)

Berita Terkait