206 Butir Granat Aktif di Perkebunan PTPN XII Banyuwangi

Tim Jihandak Polda Jatim mengevakuasi granat aktif dari perkebunan PTPN XII, Banyuwangi (Foto / Istimewa) Tim Jihandak Polda Jatim mengevakuasi granat aktif dari perkebunan PTPN XII, Banyuwangi (Foto / Istimewa)

BANYUWANGI : Sebanyak 206 granat aktif ditemukan di perkebunan PTPN XII, tepatnya di Desa Sumberjambe, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Ratusan granat tersebut ditemukan oleh seorang warga pemburu uang kuno secara tidak sengaja. Informasi yang dihimpun, granat tersebut berada pada kedalaman kurang dari satu meter.

Kondisinya granat tersebut berkarat dan bercampur tanah. Namun, pemantik granat tersebut masih utuh menancap. Masih aktif. Penemuan granat ini pun mengundang perhatian warga. Mereka yang penasaran lantas datang Lokasi penemuan. Apalagi, lokasinya tidak jauh dari pemukiman warga dan kompleks permakaman umum.

Sementara itu, Tim Jihandak Brimob Polda Jatim langsung melakukan pemeriksaan di titik lokasi penemuan. Dari hasil pemeriksaan, ratusan granat tersebut merupakan peninggalan Kolonial Belanda. Untuk memastikan aktif atau tidak, petugas mengambil enam buah granat ukuran sedang maupun kecil untuk diledakkan. Proses peledakan menggunakan standar keamanan benda berbahaya jenis bom dan diledakkan dari jarak jauh. Hal ini untuk mengantisipasi efek ledakan yang bisa menimbulkan serpihan.

Baca Juga : Pembersihan Lahan Relokasi Korban Erupsi Semeru Baru 17 %

Kapolsek Pesanggaran AKP Soebandi mengatakan, granat tersebut pertama kali ditemukan warga pemburu koin kuno. Saat itu mereka menggali tanah dan tidak sengaja menemukan butiran besi yang akhirnya diketahui merupakan granat. Soebandi belum memastikan pemilik ratusan granat aktif tersebut. Namun, berdasarkan ciri-cirinya, granat itu merupakan peninggalan Belanda.

"Lokasi perkebunan Sumberjambe dulunya memang dikenal sebagai markas Belanda. Karenanya ada kemungkinan granat itu milik mereka," katanya. Soebandi juga mengatakan bahwa granat tersebut masih aktif dan bisa meledak. Sebab, pemantiknya masih ada. "Meskipun berkarat, kalau pelatuknya ada masih bisa meledak," katanya.

 


(ADI)

Berita Terkait