Kisah Bumil Gresik yang Tak Peroleh Ruang Perawatan, Susul Buah Hati Meninggal

Kepala Desa Gredek Muhammad Bahrul Ghofar terpaksa membawa bed sendiri lantaran di RS tak tersedia, meskipun akhirnya ibu dan bayi meninggal (Foto / Ist) Kepala Desa Gredek Muhammad Bahrul Ghofar terpaksa membawa bed sendiri lantaran di RS tak tersedia, meskipun akhirnya ibu dan bayi meninggal (Foto / Ist)

GRESIK : Telat memperoleh penanganan medis di rumah sakit, Mazrotul Afiro, warga Desa Gredek, Kecamatan Duduksapeyan akhirnya meninggal. Ibu hamil 7 bulan itu menyusul buah hati yang sebelumnya dinyatakan meninggal di dalam kandungan. Mazrotul dan buah hatinya tak tertangani dengan baik lantaran rumah sakit penuh.

Mazrotul dinyatakan meninggal sekitar pukul 00.20 Rabu 14 Juli 2021. Sedangkan sang anak meninggal beberapa jam sebelumnya. Peristiwa ini terjadi setelah banyak rumah sakit menolaknya karena ruangan penuh akibat melonjaknya pasien covid-19.

Kepala Desa Gredek Muhammad Bahrul Ghofar mengatakan sejak bayi dinyatakan meninggal, kondisi Mazrotul memang sudah kritis. Pihaknya mengaku terpukul lantaran dia sudah bersusah payah membawa ke RS agar dua nyawa manusia diselamatkan.

BACA JUGA : Rumah Sakit Penuh, Bumil di Gresik Kehilangan Bayi

"Kami sudah mondar-mandir ke beberapa rumah sakit di Gresik sejak Senin pagi 12 Juli 2021. Setiap rumah sakit menjawab ruangan ICU penuh," terangnya.

Padahal kondisi pasien itu sudah drop. Dia butuh asupan oksigen dan penanganan medis. Saat itu saturasi oksigen dalam darahnya sudah diangka 40. Padahal normalnya di angka 90-100. Karena tak dapat ruangan di rumah sakit, dia akhirnya membawa kembali pulang untuk dirawat sendiri.

"Saya belikan tiga tabung sekaligus. Supaya dapat pertolongan pertama," terangnya.

Kemudian pada sorenya, Ghofar dihubungi salah satu staf puskesmas setempat, mengabarkan jika ruangan RSUD masih tersedia. Mendengar kabar itu, dia akhirnya memboyong warganya yang tengah sakit itu ke RSUD Ibnu Sina. Hanya saja harus membawa bed sendiri.

"Kami pun membawa pasien dengan juga bed dari puskesmas. Sampai di sana, kami diberitahu jika bayi sudah meninggal dan ibunya kritis hingga akhirnya sang ibu pun menyusul," tandasnya.

Mendengar kabar itu, Ghofar sedih. Dia meyayangkan tidak ada prioritas sama sekali terhadap ibu hamil. "Saya berharap kalau ada kejadian seperti ini lagi, tolong dahulukan. Ini menyangkut dua nyawa, ibu hamil dan anak dalam kandungannya," pungkasnya.


(ADI)

Berita Terkait