Pasca Bentrok Perguruan Silat, Polisi Kumpulkan PSHT dan Aremania

Polresta Malang Kota menggelar audiensi bersama perwakilan dari Perguruan Setia Hati Terate (PSHT), Aremania (suporter Arema FC di Aula Eksekutif Polresta Malang Kota, Senin 8 Agustus 2022/Dok. Aremania. Polresta Malang Kota menggelar audiensi bersama perwakilan dari Perguruan Setia Hati Terate (PSHT), Aremania (suporter Arema FC di Aula Eksekutif Polresta Malang Kota, Senin 8 Agustus 2022/Dok. Aremania.

MALANG: Pasca bentrokan perguruan pencak silat dengan warga, Polresta Malang Kota menggelar audiensi bersama perwakilan dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan suporter Arema FC, Aremania di Aula Eksekutif Polresta Malang Kota, Senin 8 Agustus 2022.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Budi Hermanto, mengatakan pertemuan ini juga dihadiri perwakilan dari Kodim 0833/Kota Malang dan Batalyon Brimob Detasemen B Pelopor Satbrimob Polda Jatim. Pertemuan ini untuk membahas insiden yang terjadi di wilayah Ngaglik, Sukun, Kota Malang, kemarin.

"Ini kita gunanya adalah untuk melihat ke depan. Kita jangan berpikir mundur lagi ke belakang. Memang adanya beberapa insiden itu kita harus mengkaji. Sehingga kami menyampaikan untuk bagaimana kalau melaksanakan suatu kegiatan aktifitas, memberikan informasi. Sehingga kami di kepolisian ini siap untuk melaksanakan pengawalan, pengamanan, penjagaan terhadap kegiatan aktifitas tersebut," kata Budi, Senin, 8 Agustus 2022.

Budi mengaku aktifitas perguruan pencak silat ini sebenarnya berasal dari luar Kota Malang, namun melintasi wilayah Kota Malang. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada perguruan pencak silat untuk tidak melaksanakan konvoi secara besar-besaran.

BACA: Bentrok Perguruan Pencak Silat Vs Warga di Kota Malang, 2 Terluka!

"Karena ini juga mengganggu kamtibmas, lalu lintas bagi pengguna jalan lainnya. Apalagi itu dilaksanakan di jam-jam padat. Nah, ini terjadi di subuh hari, tetapi apapun kejadian itu kita harus bisa mengantisipasi jangka ke depannya," ujarnya.

Selain itu, Budi meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi himbauan yang muncul di sejumlah media sosial. Berdasarkan pantauan, bentrokan yang terjadi antara perguruan pencak silat dengan warga ini memang sempat ramai diperbincangkan warganet di media sosial.

"Makanya ya termasuk provokasi di media sosial, kami juga melakukan himbauan kepada saudara-saudara, dulur-dulur Aremania untuk bisa menjaga para suporter yang ada, korwil," terangnya.

Budi menegaskan Kota Malang adalah kota yang cinta damai, aman, dan tentram. Oleh karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat, baik dari perguruan pencak silat, Aremania, untuk TNI-Polri dan Pemerintah Kota Malang untuk menciptakan situasi kondusif di wilayah Kota Malang.

"(Untuk sanksi) makanya kita mengundang ini, kita membicarakan, masalah sanksi itu kan nanti kita lihat. Intinya yang pertama adalah bagaimana ini tidak terjadi kembali," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan terjadi bentrokan antara perguruan pencak silat dengan warga terjadi Minggu dini hari, 7 Agustus 2022. Bentrokan terjadi sekitar pukul 03.30 WIB.

Dari sejumlah keterangan warga, bentrokan diawali saat ratusan rombongan perguruan pencak silat melintas di Jalan Sudanco Supriadi. Rombongan dari arah Selatan ke Utara sambil menggeber sepeda motor.

Oleh dua pemuda sekitar rombongan tersebut ditegur untuk tidak menggeber motornya karena menganggu warga. Tidak terima, rombongan pencak silat mengejar dua orang tersebut hingga ke dalam kampung dan melakukan pemukulan.

"Mereka melempari kami dengan batu paving. Sempat kena ke beberapa rumah warga," ujar Yanuar, salah satu warga yang menjadi korban.

 


(TOM)