Malam Tahun Baru Kawasan Jatim Dilanda Hujan Disertai Petir

ilustrasi cuaca buruk (Foto / Istimewa) ilustrasi cuaca buruk (Foto / Istimewa)

SURABAYA : Waspada bagi masyarakat Jawa Timur (Jatim) yang akan merayakan tahun baru. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi akan terjadi hujan deras diserai petir saat malam pergantian tahun nanti. BMKG juga memperkirakan, cuaca aktrem tersebut akan terjadi hingga 2 Januari mendatang.

Kasi Data Dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto menyatakan, terjadi dinamika, atmosfer dipengaruhi angin monsun barat sehingga menyebabkan curah hujan tinggi, perubahan suhu yang lebih panas pada siang hari dan angin sepoi-sepoi.

"Dominan cuaca cerah berawan dan berpotensi hujan ringan hingga lebat disertai petir di sebagian besar wilayah Jawa Timur," katanya, Jumat 31 Desember 2021.

Khusus pada malam tahun baru sejak pukul 19.00 WIB hingga dini hari pada 1 Januari 2022. Hujan dengan intensitas ringan hingga hujan petir diprediksi bakal terjadi di 25 kabupaten kota di Jawa Timur. Beberapa wilayah seperti Surabaya, Kota Kediri, Malang raya, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Jember, hingga Mojokerto raya diprediksi bakal turun hujan ringan di pada malam tahun baru, mulai pukul 19.00 WIB.

Baca Juga : Kenali, Gejala Covid-19 Omicron Muncul Hanya 2 Hari setelah Virus Menginfeksi

Sementara untuk hujan petir dengan intensitas lebat diprediksi BMKG Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo bakal turun di Kabupaten Tuban, Lamongan, dan Bangkalan. Sedangkan daerah lain yakni Kabupaten Bojonegoro, Sampang, Gresik, hingga Pulau Bawean, mengalami hujan lebat.

Hujan dengan intensitas ringan juga diprediksi masih terjadi hingga Sabtu dini hari 1 Januari 2021 pukul 01.00 WIB. Dimana dari perkiraan cuaca BMKG, beberapa wilayah seperti Kabupaten Blitar, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Situbondo, hingga Kabupaten Probolinggo.

"Adanya aktivitas gelombang atmosfer Kelvin menjadikan potensi hujan hingga tanggal 2 Januari 2022, dengan suhu udara mencapai 13-34 derajat dan kelembapan udara 55-100 persen," kata dia.

Menurutnya, hampir secara umum di wilayah Jawa Timur periode akhir Desember hingga bulan Januari mengalami dominasi puncak musim penghujan. Maka ia meminta masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak potensi cuaca ekstrim selama masa tahun baru.

"Kami himbau menebang dahan pohon yang mulai lapuk untuk mengantisipasi dampak angin kencang. Serta kami himbau masyarakat jangan berteduh di bawah pohon ketika terjadi sambaran petir," katanya.

 


(ADI)

Berita Terkait