Banjir Pasuruan Sudah Mulai Surut, Masyarakat Kembali Beraktivitas Normal

Tim reaksi cepat BPBD Pasuruan melakukan pengevakuasian terhadap warga yang terdampak banjir di Pasuruan, Jawa Timur pada Selasa (9/4/2024). (ANTARA/HO-BNPB) Tim reaksi cepat BPBD Pasuruan melakukan pengevakuasian terhadap warga yang terdampak banjir di Pasuruan, Jawa Timur pada Selasa (9/4/2024). (ANTARA/HO-BNPB)

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan air banjir yang menggenang di Pasuruan, Jawa Timur mulai surut. Kini masyarakat dapat beraktivitas kembali dengan normal.

“Banjir sudah surut,” ucap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dikutip dari Antara, 12 April 2024.

Menurut Abdul, banjir disebabkan karena daerah Pasuruan yang diguyur hujan intensitas sedang, tetapi dengan durasi yang panjang dari hari Selasa, 9 April 2024 lalu hingga Kamis, 11 April 2024. Selain itu, sungai Welang, Petung, dan Kedularangan juga diketahui meluap sehingga memperburuk kondisi.

Tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasuruan mencatat luapan sungai tersebut menggenangi ratusan rumah warga setinggi 60-70 centimeter.

Wilayah yang terendam banjir adalah Kecamatan Pohjentrek, Gondangwetang, Bangul, Rembang, Beji, Rejoso, dan Kraton.

“Satu warga Kecamatan Pohjentrek dilaporkan meninggal dunia akibat banjir tersebut,” ucapnya.

Ia pun memastikan kondisi sudah mulai kondusif seperti arus lalu lintas di Jalan Tambakrejo, Kraton yang sempat tersendat akibat tergenang banjir. Tim reaksi cepat BPBD dengan personel kepolisian juga masih bersiaga di lokasi untuk dapat segera menangani apabila terjadi banjir susulan.


(SUR)

Berita Terkait