Mengenal Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro yang 'Dicuri' di Film Mencuri Raden Saleh

Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro (1857) karya Raden Saleh. (Wikipedia) Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro (1857) karya Raden Saleh. (Wikipedia)

Film drama aksi 'Mencuri Raden Saleh' karya sutradara Angga Dwimas Sasongko sudah tayang di bioskop mulai 25 Agustus 2022. Film ini mengisahkan sekelompok anak muda yang berniat mencuri lukisan 'Penangkapan Pangeran Diponegoro' karya pelukis Raden Saleh yang dipajang di Istana Negara.

Dilansir dari Cagarbudaya.kemdikbud.go.id, Minggu, 28 Agustus 2022, lukisan 'Penangkapan Pangeran Diponegoro' (1857) merujuk pada peristiwa nyata pada tahun 1830. 

Saat itu, Jenderal Belanda, Hendrik Merkus de Kock, mengadakan pertemuan dengan Pangeran Diponegoro. Dalam pertemuan tersebut, Pangeran Diponegoro ditangkap saat hendak melakukan perundingan. Tindakan yang dilakukan Jenderal de Kock itu dianggap sebagai bentuk pengkhianatan.

'Penangkapan Pangeran Diponegoro' dilukis oleh Raden Saleh sebagai bentuk kritik terhadap lukisan serupa yang berjudul 'Penyerahan Pangeran Diponegoro' (1830-1835) karya Nicolaas Pieneman. Pelukis asal Belanda itu ditugaskan oleh Pemerintah Belanda untuk melukiskan momen penangkapan Pangeran Diponegoro yang menandai berakhirnya Perang Diponegoro.

Dalam lukisan karya Pieneman, Pangeran Diponegoro digambarkan dengan wajah lesu dan pasrah, seolah menerima dirinya ditangkap oleh Jenderal de Cock. Sementara itu, Raden Saleh menggambarkan Pangeran Diponegoro dengan raut wajah yang tegas seolah sedang menahan amarah.

Selain itu, dalam lukisannya, Raden Saleh menggambarkan Pangeran Diponegoro dan Jenderal de Cock berdiri di posisi yang setara. Berbeda dengan lukisan Pieneman dimana Jenderal de Cock digambarkan berdiri di posisi yang lebih tinggi dibanding Pangeran Diponegoro.

Perbedaan-perbedaan yang dibuat Raden Saleh dalam lukisannya ini dinilai sebagai bentuk rasa nasionalisme di dalam dirinya. Melalui lukisan ini, Ia menggambarkan kemarahan terhadap pengkhianatan Belanda. 


(SUR)

Berita Terkait