Belum Turun Level, Wali Kota Malang Sebut Ada Kesalahan Data Covid-19

Ilustrasi Ilustrasi

MALANG: Wali Kota Malang, Sutiaji menyebut ada kesalahan pelaporan data covid-19 nasional sehingga wilayahnya masih tetap berstatus PPKM Level 3.  
 
"Dalam satu minggu tidak boleh lebih dari 90 pasien covid-19 yang berada di rumah sakit. Padahal di Kota Malang itu dalam satu minggu kemarin kurang dari 75 pasien. Jadi kami sedang minta akses ke pemerintah pusat," kata Sutiaji di Malang, Rabu, 15 September 2021.

Sutiaji menerangkan sudah tidak ada lagi pasien covid-19 di Kota Malang yang dirawat di isolasi terpusat (isoter).  Bahkan jumlah pasien covid-19 yang saat ini menjalani isolasi mandiri (isoman) tinggal empat orang.
 
"Data yang di asessment itu kita hanya satu. Dalam satu minggu pasien yang dimasukan ke rumah sakit lebih dari 90 orang. Lalu kami sudah hitung, jumlahnya hanya 65 orang. Berarti kita counternya kesana, kami sudah sampaikan ke gubernur dan sekda," jelasnya.

BACA:  Capaian Vaksinasi di Jatim Masih Jauh dari Target, Apa Kata Khofifah?
 
Sutiaji menambahkan angka positivity rate pasien di Kota Malang pun telah menurun. Bahkan jumlah pasien covid-19 yang meninggal dunia per hari nya juga berkurang. 

"Kita dua-tiga hari ini sudah kosong (pasien covid-19 meninggal)," ujarnya.
 
Sebelumnya status zonasi Level 1 di Jawa Timur bertambah lima menjadi enam dari sebelumnya hanya satu daerah, yakni Kabupaten Lamongan. Lima daerah itu adalah Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Pasuruan, Jember, dan Banyuwangi.
 
"Alhamdulillah ada penambahan kabupaten/kota di Jatim yang masuk pada level satu. Sehingga total ada enam kabupaten/kota yang berada pada Level 1," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Selasa, 14 September 2021.
 


(TOM)

Berita Terkait