Waspada! Gempa Letusan Gunung Semeru Tercatat 51 Kali

Gunung Semeru terpantau dari Pos Gunung Sawur, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro. (metrotv) Gunung Semeru terpantau dari Pos Gunung Sawur, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro. (metrotv)

LUMAJANG: Gunung Semeru di Lumajang, jawa Timur kembali mengeluarkan guguran lava pijar. Bahkan, 24 jam terakhir terpantau mengalami 7 kali letusan dan 6 kali guguran dengan jarak luncur antara 300 hingga 900  meter.

Hasil pengamatan petugas dari Gunung Sawur, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, guguran lava pijar gunung Semeru semakin intens terjadi saat gunung tertinggi di pulau Jawa itu tidak tertutup kabut.

"Dalam 24 jam terakhir terpantau terjadi enam kali guguran dengan jarak luncur antara 300 hingga 900 meter mengarah ke Curah Kobokan, " ujar Wawan Hadi Siswoyo, Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang, Jumat 17 September 2021.

Selain guguran, seismograf juga merekam adanya aktivitas gempa letusan hingga 51 satu kali.  Namun yang terpantau secara visual hanya tujuh kali dengan tinggi asap kurang lebih 200  hingga 700 meter berwarna putih kelabu ke arah barat daya.

BACA: Truk Pasir Terserat Banjir Lahar Dingin Semeru

Kini, lanjut Wawan, gunung api tertinggi di pulau Jawa itu kerap diselimuti mendung tebal saat siang hingga sore hari.

"BPBD Lumajang terus berkoordinasi dengan pos pengamatan gunung api Semeru, terkait potensi bahaya, baik dari ancaman awan panas guguran, guguran lava pijar hingga banjir lahar, " ujarnya.  

Saat ini Gunung Semeru masih berstatus waspada atau level II. Warga dilarang beraktivitas di radius 1 kilo meter dari puncak kawah dan 5 kilometer di arah bukaan kawah atau di sektor tenggara selatan gunung.


(TOM)