Revitalisasi Pasar Tradisional Ngadiluwih Ditargetkan Dimulai 2025

Pengumuman dipasangkan oleh petugas yang berisi informasi kepada pedagang untuk pindah ke tempat penampungan pedagang sementara (TPPS) yang lokasinya berada di sebelah timur Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. (ANTARA/ HO-Pemkab Kediri) Pengumuman dipasangkan oleh petugas yang berisi informasi kepada pedagang untuk pindah ke tempat penampungan pedagang sementara (TPPS) yang lokasinya berada di sebelah timur Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. (ANTARA/ HO-Pemkab Kediri)

Kediri: Kabupaten Kediri mulai merevitalisasi pasar tradisional di Kecamatan Ngadiluwih mulai awal 2025. Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih menyatakan rencana revitalisasi pasar ini sudah mendapatkan prioritas. 

Petugas tengah menaksir nilai bangunan pasar yang dilakukan tim appraisal karena revitalisasi menggunakan sistem lelang. "Saat ini sedang dilakukan appraisal (proses penaksiran harga) terkait nilai asetnya," ucap Tutik dikutip dari Antara, Rabu, 24 April 2024.

Ia mengatakan revitalisasi pasar tradisional di Kecamatan Ngadiluwih ini akan dilakukan melalui dua tahap, yakni lelang bongkar dan lelang pembangunan. Selama pengerjaan tahap tersebut, masing-masing tahap akan menggunakan satu tender.

Pihaknya menargetkan pembongkaran pasar sesuai dengan rencana akan rampung pada Oktober 2024. Oleh karenanya, proses revitalisasi Pasar Ngadiluwih diharapkan sudah memulai tender pada penghujung 2024.

"Target kami sudah ada kontrak pada Maret (2025). Kalau sesuai timeline begitu, tapi kami juga menyesuaikan dengan situasi nantinya," ucapnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kediri, Erfin Fatoni, mengatakan Pemerintah Kabupaten Kediri bersama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang bekerja sama untuk memperlancar pembongkaran pasar.

"Kewenangan kami adalah melakukan appraisal dengan melibatkan penilaian publik atau pemerintah," ucap Erfin.

Erfin juga mengatakan, penilaian aset bongkar nantinya berdasarkan penilai publik atau menggunakan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang berfungsi sebagai wadah penilai dalam memberikan asumsi nilai jumlah rupiah aset.

"Kemudian kami berikan kepada KPKNL Malang sebagai pejabat lelang untuk ditindaklanjuti melakukan lelang secara daring," tuturnya.

Pasar Ngadiluwih terletak di Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih. Kini, pasar telah dilakukan pembongkaran bangunan kios dan lapak. Selain itu, papan pengumuman untuk para pedagang yang berisi agar mereka segera berpindah ke lokasi penampungan sementara juga sudah dipasang oleh pemkab.

Terhitung sejak 18 Maret 2024, pasar ini sudah tidak boleh ada aktivitas jual beli atau dikosongkan. Maka dari itu, para pedagang pun mematuhi dan berpindah ke lokasi sementara yang tidak jauh dari Pasar Ngadiluwih, tepatnya di sebelah timur.

Di Kabupaten Kediri, ada 17 pasar tradisional, tetapi hanya 14 pasar yang aktif melakukan transaksi jual beli. Beberapa pasar tradisional sudah dibangun atau direvitalisasi termasuk Pasar Wates yang sudah diresmikan pada Januari 2024.


(SUR)

Berita Terkait