Nyeleneh, Pemuda di Sidoarjo Masukkan Cincin ke Penis, Panik Tak Bisa Dilepas

Proses pengambilan cincin dari batang penis pemuda di Waru Sidoarjo (Foto / Metro TV) Proses pengambilan cincin dari batang penis pemuda di Waru Sidoarjo (Foto / Metro TV)

SIDOARJO : Malu bercampur panik dan kesakitan. Itulah yang dirasakan seorang pemuda di Sidoarjo setelah cincin yang dimasukkan ke dalam penisnya tak bisa dilepas.

Meski menahan malu, pemuda itu tetap memanggil Tim Rescue Badan Penanggulangan Bencana (BPBD). Insiden ini pun membuat geger warga sekitar. Mereka tidak menyangka korban bertindak konyol, memasang cincin pada batang penis hingga membuatnya malu dan kesakitan. Beruntung setelah hampir dua jam evakuasi, cincin berhasil dilepas tanpa melukai penisnya.

"Proses melepas dari pukul 16.25 WIB dan baru bisa dilepas pukul 17.50," kata Kabid Pemadam dan Penyelamatan BPBD Sidoarjo, Nawari, Senin 22 Agustus 2022.

Nawari menceritakan, insiden itu bermula saat korban mandi pada Minggu 21 Agustus 2022 sore. Saat itu korban bermain cincin dan memasangnya di batang penis. Tak berapa lama, cincin pun terpasang sempurna.

Nahas, baru beberapa saat batang penisnya terasa sakit dan cincin tak bisa dilepas. Seketika korban pun panik dan melapor kepada keluarganya. Karena malu, keluarganya pun sempat berusaha melepasnya sendiri. Namun gagal, hingga akhirnya mereka meminta pertolongan petugas BPBD.

Baca juga : Jemaah Umrah Asal Jember Meninggal di Atas Pesawat, Pilot Putar Balik

"Jadi yang lapor itu bukan korban, tapi salah satu keluarganya,"

Nawari mengatakan, upaya evakuasi tersebut sejatinya sama dengan evakuasi cincin pada umumnya. Termasuk alat-alat yang digunakan. Namun ada beberapa teknik yang sedikit berbeda. Misalnya menggunakan teknik pelemasan.

"Ya istilahnya ada pelemasan dahulu lah. Memang harus hati-hati dan telaten. Kalau enggak ya bisa kacau nantinya. Itu kan di daerah sensitif soalnya," tuturnya.

Atas insiden tersebut Nawari meminta masyakat tak melakukan hal yang sama. Sebab hal tersebut dinilai sangat berbahaya. "Untuk identitas gak bisa saya sebutkan. Yang jelas di wilayah Waru," katanya.


(ADI)

Berita Terkait