Anggaran Menipis, Pemkab Sidoarjo Tutup Isolasi di Hotel Delta Mayang

Hotel Delta Sinar Mayang Sidoarjo tak lagi dijadikan tempat isolasi bagi warga terpapar covid-19.  (metrotv) Hotel Delta Sinar Mayang Sidoarjo tak lagi dijadikan tempat isolasi bagi warga terpapar covid-19. (metrotv)

SIDOARJO: Terkendala anggaran, Pemkab Sidoarjo  memutuskan menutup tempat isolasi pasien covid-19 di Hotel Delta Sinar Mayang, akhir Juli ini. Sebagai gantinya, tempat isolasi akan disebar di berbagai tempat termasuk mal pelayanan publik.

"Kami memanfaatkan tempat-tempat isolasi di sejumlah tempat yang ada di sejumlah wilayah. Salah satunya  mal pelayanan publik yang bisa menampung 124 orang, " kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Syaf Satriawarman, Rabu, 28 Juli 2021.

Selain mal pelayanan publik, tempat isolasi ada di Puskesmas Sedati yang menyediakan 68 tempat tidur, Puskesmas Porong 44 unit, SMP Negeri 2 Sidoarjo 48 unit, rusunawa Krian 54 unit, Tambak Sawah 12 unit, dan Kureksari 8 unit.

BACA: Pria Magetan Meninggal Sendirian dalam Rumah, Tetangga Takut Mendekat


Sebelumnya, sejak awal pandemi, Hotel Delta Sinar Mayang Kabupaten Sidoarjo dijadikan tempat isolasi bagi warga yang terpapar covid-19. Tapi hotel ini khusus digunakan untuk isolasi warga terpapar tanpa gejala.
 
Setiap penderita covid-19 yang masuk hotel menjalani isolasi minimal 10 hari. Ada sekitar 50 kamar di hotel ini yang dijadikan tempat isolasi.
 
Namun per akhir Juli 2021, hotel tiga lantai itu tidak lagi dijadikan tempat isolasi. Pemkab Sidoarjo terbentur biaya dengan semakin banyaknya penderita covid-19.
 
Bisa dimaklumi biaya untuk satu orang yang isolasi di hotel sekitar Rp350 ribu per hari. Sudah ratusan bahkan mungkin ribuan warga yang pernah diisolasi di hotel tersebut.
 

 


(TOM)

Berita Terkait