Tega! Minta Pindah Sekolah, Bocah SD Dipukuli Ibu Kandungnya

Kapolsek Panji, Iptu Suwono memeriksa kondisi korban yang dianiaya ibu kandungnya/metrotv Kapolsek Panji, Iptu Suwono memeriksa kondisi korban yang dianiaya ibu kandungnya/metrotv

SITUBONDO: Hanya gara-gara minta pindah sekolah, seorang bocah di Situbondo, Jawa Timur babak belur dianiaya ibu kandungnya sendiri. Kejadian ini terbongkar setelah dilaporkan neneknya ke polisi.

Sembari membawa cucunya yang masih berseragam sekolah merah putih, Yayak, 55 tahun, seorang nenek asal Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Pandji, Situbondo mendatangi Kantor Polsek Pandji , Senin siang, 8 Agustus 2022.

Ia mengadukan kondisi cucunya usai dianiaya ibu kandungnya hingga luka-luka. Cucunya yang masih duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar itu dipukuli ibunya karena minta pindah sekolah yang lebih dekat dari rumah.   

Dihadapan petugas kepolisian, Yayak mengaku cucunya tiba-tiba menangis usai pulang sekolah Jumat pekan lalu. Sejumlah tetangga cerita jika bocah ini habis dianiaya ibu kandungnya.

BACA: Rem Blong, Truk Hantam Pohon, Sopir Asal Sidoarjo Tewas

"Dia tidak mau pulang, minta tinggal sama saya. Setelah saya tanya tetangga dan cucunya saya cerita sendiri ternyata sering dipukuli ibunya karena minta pindah sekolah. Anak ini sudah berkali-kali meminta pada ibunya untuk pindah sekolah karena jaraknya yang jauh dari rumah, tapi malah dipukuli, " ujar Yayak, nenek korban.   

Selama ini, korban tinggal bersama ibunya yang sudah menikah lagi. Namun justru sering bertindak kasar pada anaknya sendiri. 

"Saya lapor ke polisi agar cucu saya tidak dipukuli lagi, " ucapnya.

Sementara Kapolsek Panji, Iptu Suwono mengatakan setelah mendapat laporan peristiwa tersebut, pihak kepolisian langsung membantu korban untuk pindah sekolah yang lebih dekat dari rumahnya.

"Kejadian ini sudah ditangani  Unit PPA  Polres Situbondo untuk pemeriksaan lebih lanjut, " ujarnya. 


(TOM)

Berita Terkait