Kenapa Bintang Seolah Kelap-kelip, Begini Penjelasannya

Ilustrasi / Medcom.id Ilustrasi / Medcom.id

SURABAYA : Selimut nitrogen, oksigen, dan gas lainnya menjaga suhu dunia tetap bagus dan layak huni. Gas tersebut sekaligus melindungi manusia dari radiasi UV yang berbahaya. Namun, terlepas dari banyak kualitas bagusnya, atmosfer bisa menjadi gangguan bagi para penggemar astronomi. Mengapa demikian? Karena, atmosfer mendistrosi cahaya pada malam hari, sehingga membuat suasana beberapa benda langit tampak berkelap-kerlip dan berkilauan.

Istilah teknis untuk fenomena ini adalah kilauan astronomi. Anda mungkin mengetahuinya dengan nama berkelap-kelip. Layaknya bawang, atmosfer terdiri atas lapisan. Di bagian bawah adalah troposfer, yang dimulai di sini pada permukaan tanah Bumi. Kemudian, sekitar 5 hingga 9 mil ke atas, di sanalah sebagian besar peristiwa cuaca Bumi terjadi.

Lapisan lainnya adalah stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer. Ada juga wilayah yang disebut ionosfer, yang meliputi bagian mesosfer dan termosfer. Lapisan ini memiliki suhu yang berbeda. Selain itu, kerapatan udara bervariasi dari satu tingkat ke yang lainnya. Saat cahaya bintang memasuki atmosfer, dia mengalir ke kantong-kantong udara sejuk dan hangat.

Baca Juga : Situs Pemeringkat Alexa.com Bakal Ditutup Mulai 1 Mei 2022

Kantong bertindak sebagai lensa besar, menyebabkan cahaya berubah arah atau membiaskan saat melewatinya. Namun, lensa tidak tetap pada tempatnya. Mereka bergerak dan berubah bentuk, sebagaimana dikutip dari How to stuff Work. Saat mereka bergeser, begitu juga pembiasan cahaya bintang.

Itulah sebabnya bintang tampak berkelap-kelip. Jarak adalah alasan utama bintang berkelap-kelip lebih mencolok daripada planet-planet di Tata Surya. Karena bintang begitu jauh, setiap bintang tampak seperti titik cahaya tunggal. Ini adalah cerita yang berbeda untuk Bulan Bumi dan planet tetangga. Planet kurang terpengaruh oleh atmosfer. Planet dan Bulan muncul sebagai piringan kecil di langit.

Cahaya yang mereka pancarkan tidak berasal dari satu titik tetapi dari banyak titik individu yang semuanya berkumpul bersama. Ini jarang bersinar serempak, itulah sebabnya mengapa planet dan Bulan tidak berkelap-kelip sedramatis bintang. Kelap-kelip hanya bisa terjadi ketika suasana hadir.

Karena alasan inilah foto yang diambil oleh Teleskop Hubble terlihat sangat jelas; tidak ada kantong udara atmosfer untuk membiaskan cahaya bintang. Para astronom di Bumi menggunakan teleskop dengan sistem optik adaptif untuk mengimbangi kerlap-kerlip, membuat bintang-bintang terlihat lebih stabil.

 


(ADI)

Berita Terkait