Kasus Pelecehan Seksual Anak di Bangkalan Tinggi, Rumah Aman Belum Terealisasi

Ilustrasi / Medcom.id Ilustrasi / Medcom.id

BANGKALAN : Kasus pelecehan seksual anak di wilayah hukum Kabupaten Bangkalan, sampai saat ini terus bertambah. Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Bangkalan, Amina Rachmawati menyebutkan, di tahun 2021 ini terdapat 14 kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

“Dari Januari hingga November 2021 ini ada 14 kasus, kami melakukan pendampingan. Untuk rumah aman belum terealisasi, kewenangan juga bukan di kami,” ungkapnya, Selasa 30 November 2021.

Ia menyebut, untuk pembangunan rumah aman merupakan ranah Dinas Sosial yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sehingga, pihaknya hanya melakukan pendampingan dari segi psikologi. Meski begitu, angka kekerasan seksual dinilai menurun dibandingkan dua tahun terakhir. Yakni di tahun 2020 sebanyak 19 kasus. Di tahun 2019 mencapai 26 kasus

Baca Juga : Pekerja di Banyuwangi Tewas Tertimpa Material Tambang Pasir

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinsos Bangkalan Ahmad Riyadi menyebutkan belum terealisasinya rumah aman itu disebabkan adanya refocusing anggaran. “Insyaallah tahun 2022 akan direalisasikan kalau tidak ada refokusing,” tandasnya


(ADI)

Berita Terkait