Kenang Penanganan, Unair Gelar Pameran Arsip Pandemi COVID-19

Salah satu pengunjung mendokumentasikan sejumlah peralatan dan obat covid-19 (Foto / Metro TV) Salah satu pengunjung mendokumentasikan sejumlah peralatan dan obat covid-19 (Foto / Metro TV)

SURABAYA : Universitas Airlangga menggelar pameran arsip di Balai Pemuda Alun-Alun Surabaya. Pemeran itu untuk mengenang upaya kampus tersebut dalam menghadapi Pandemi COVID-19.

Luar area Gedung Merah Putih Alun-alun Surabaya disulap menjadi pintu masuk ambulans. Di sebelah kanan dan kiri pintu tersebut, berdiri dua manekin menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap yang siap menyambut para pengunjung. Saat memasuki pintu ambulans, para pengunjung sudah disuguhkan dengan berbagai arsip mulai dari foto, video, surat, piagam penghargaan hingga beberapa inovasi dan replika yang dikembangkan Unair.

Dalam pameran ini Unair menampilkan semua hal terkait pandemi Covid-19. Mulai dari penanganan terkait pelayanan rumah sakit yang dilakukan Unair, hingga proses pengobatannya. Mulai dari APD hingga ke proses pengobatan ada karya-karya penelitian Unair dan mitra bersama, seperti obat kombinasi dan vaksin Inavac. Semua dokumentasi yang sudah dalam bentuk pengarsipan ini mulai awal hingga akhir.

"Pameran ini menyajikan arsip dokumen berupa kebijakan, foto dan video hingga sarana dan inovasi yang dilakukan Unair selama pandemi," kata Sekretaris Unair Dr Koko Srimulyo Drs MSi.

"Pameran arsip Pandemi COVID-19 bertujuan untuk menyimpan dokumentasi penanganan wabah itu di Indonesia. Sehingga, generasi yang akan datang dapat mempelajari serta menangani wabah serupa dengan lebih matang," kata dia.

Koko juga berharap akan ada museum COVID-19 di Indonesia untuk mengumpulkan serta menyimpan dokumentasi penanganan wabah itu di Indonesia yang lebih baik. Menurut dia, pameran arsip COVID-19 tersebut merupakan pemantik Unair untuk membangun museum tentang wabah yang berasal dari Wuhan, China itu.

baca juga : 7 Terobosan Ilmiah Terbesar Selama 2022, Ini Daftarnya

“Karena di Indonesia belum ada museum tentang COVID-19. Barangkali ide museum tentang COVID-19 ini pertama kali di Indonesia. Mestinya, seperti ini museum tentang COVID-19 akan dibuat oleh pemerintah Indonesia," katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development Unair, Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi menyampaikan bahwa dalam pameran tersebut terdapat tiga arsip yang ditampilkan, yakni arsip penanganan COVID-19 garda depan, arsip penanganan orang terinfeksi, hingga arsip penanganan korban meninggal akibat COVID-19.

"Jadi saya rasa sih, lengkap semua kegiatan pengarsipan ini mulai awal sampai akhir, sampai yang sembuh maupun yang tidak bisa diselamatkan. Dan penghargaan-penghargaan, dokumen foto, maupun video," ujarnya.


(ADI)

Berita Terkait