SURABAYA : Menjadi salah satu provinsi yang penyebaran tertinggi covid-19, berbagai cara dilakukan Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur untuk memutus penyebaran covid-19. Salah satunya melakukan 534.703 tes, mulai rapid test, polymerase chain reaction (PCR), dan tes cepat molekuler (TCM).
"Masifnya tes yang kita lakukan ini, salah satu cara upaya untuk mengendalikan penyebaran covid-19 di Jatim," kata Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jatim, Joni Wahyuhadi, Kamis, 25 Juni 2020.
Ratusan ribu tes itu terdiri dari 465.149 sampel rapid test, 53.503 sampel tes PCR, dan tes TCM 16.051 sampel. Ini dilakukan sejak virus korona merebak ke Jatim pada Maret hingga Juni 2020.
Upaya lainnya Gugus Tugas Covid-19 Jatim juga menyiapkan 13.957 bed atau tempat tidur yang tersedia di seluruh rumah sakit rujukan dan darurat di Jatim. Ketersediaan bed diharapkan bisa dengan cepat menangani pasien covid-19.
"Kemudian juga menyiagakan 23.327 orang tenaga kesehatan bertugas merawat pasien, lalu juga ada 191 dokter paru-paru, dan 397 dokter penyakit dalam," jelas Direktur RSUD Dr Soetomo tersebut.
Presiden Joko Widodo pun meminta Gugus Tugas Covid-19 Jatim agar lebih masif melakukan tes. Dengan cara itu kasus covid-19 di Jatim bisa dikendalikan.
"Berkaitan dengan tes masih terus harus digalakkan, yang agresif juga mengisolasi, dan treatment secara ketat. Cara ini harus diteruskan dengan jumlah yang lebih banyak lagi," kata Jokowi.
Terkait treatmen kepada pasien covid-19, Jokowi mengaku telah meminta kepada Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II untuk membantu. Terutama dalam hal penanganan pasien, agar ada pemisahan antara pasien positif covid-19 bergejala klinis ringan dan berat.
"Dipilah mana yang berat dan ringan penempatannya di rumah sakit mana. Sehingga semuanya tidak masuk ada di satu titik, dan tidak menumpuk di satu rumah sakit. Sementara lainnya masih kosong," jelas Jokowi.
(ADI)