GRESIK : Tidak hanya anggaran untuk seragam gratis siswa SD/SMP yang terdampak, bantuan operasional sekolah (BOS) APBN dan APBD pun dikepras untuk covid-19. Padahal, sektor tersebut sangat penting berlangsungnya pembelajaran.
Menurut data, BOSda tahun 2020 ini mencapai Rp 72 miliar. Kemudian tidak hanya BOSda saja, BOS dari APBN pun juga dikepras. Padahal, bos ini berhubungan langsung dengan kelangsungan belajar mengajar.
“Ya itu untuk insentif guru negeri, untuk sarpras, hingga atika,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Gresik Mahin.
Meski demikian, Mahin menyebut BOS yang dikepras itu hanya untuk lembaga negeri, untuk lembaga swasta tetap jalan. Pihaknya pun sempat menanyakan hal itu, alasannya tidak ada aturannya dalam Kemendagri hibah dikepras.
“Apalagi ini dari pusat ada kebijakan baru setelah pandemi ini. Bisa saja nanti kami kelabakan karena dananya tidak ada,” ucapnya.
Tak hanya itu, dampak pandemi juga membuat pembangunan sekolah baru yakni SMPN 33 Gresik di Driyorejo pun ditunda. Padahal, sekolah itu sudah memiliki 128 murid dalam 4 rombongan belajar (rombel) sejak tahun 2019 kemarin.
Belum lagi saat PPDB 2020 tentunya bakal membuka pendaftaran. Menurutnya, sekolah ini sebetulnya prioritas sejak tahun lalu bahkan sudah dianggarkan.
"Karena memang banyak warga Gresik selatan sekolah di luar Gresik karena masih minimnya sekolah negeri di sana,” jelasnya.
Namun karena belum memiliki gedung, sampai saat ini pembelajaran siswa smp itu dilaksanakan di gedung SDN Bambe.
“Kalau besok mungkin numpang di SMP Driyorejo,” imbuhnya.
Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muhammad mengatakan, untuk dana BOS maupun BOSda yang dikepras ini masih dihitung oleh eksekutif.
"Sehingga nominalnya berapa belum disampaikan," terangnya.
Perlu diketahui, ditengah Pandemi ini sejumlah pembangunan sektor penting terpaksa dibatalkan. Tapi masih ada sejumlah pembangunan yang terus berlanjut.
Misalnya Pembangunan Islamic Center Tahap II di Balongpanggang. Di LPSE Gresik, proyek multiyears itu sudah selesai tender dengan nilai Rp 30 miliar. Jika dilihat manfaatnya, lebih urgen pembangunan sekolah dan kebutuhan lain yang langsung bersinggungan dengan masyarakat.
(ADI)