Langit Jatim Dihiasi Gerhana Matahari, Ratusan Jamaah Bersujud di Masjid Al Akbar

Ratusan jamaah saat mengikuti salat sunnah gerhana di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. (foto:Antara) Ratusan jamaah saat mengikuti salat sunnah gerhana di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. (foto:Antara)

SURABAYA: Fenomena gerhana matahari cincin yang menghiasi langit Jawa Timur disambut umat Islam dengan mengikuti salat sunnah gerhana di Masjid Al Akbar Surabaya, Minggu 21 Juni 2020. 

Meski harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19, ratusan jamaah sudah berdatangan sejak pukul 14.00 WIB untuk menunaikan salat gerhana berjamaah dengan imam salat KH Abdul Hamid Abdullah dan khatib Prof Dr HM Roem Rowi.

"Alhamdulillah, di tengah pandemi COVID-19 ini Masjid Al Akbar tetap melaksanakan shalat gerhana dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan," ujar Humas Masjid Al Akbar, Helmy M Noor. 

Ditambahkan Helmy, semua jamaah dengan tertib melakukan protokol kesehatan covid-19. Mulai menggunakan masker dan menerapkan jaga jarak di area masjid, termasuk ketika melaksanakan salat.

"Seluruhnya tertib menggunakan masker, termasuk muadzin, imam dan khatib. Jamaah yang masuk juga dicek suhu tubuhnya dan masuk melalui bilik sterilisasi," ucapnya.

Fenomena alam gerhana matahari ini  terjadi pukul 15.00 WIB dan bisa dilihat di 32 daerah di wilayah Jawa Timur, termasuk di Surabaya. Hanya tujuh daerah yang tidak bisa melihatnya karena awan menutup langit. 


Dalam khutbahnya, Prof Roem Rowi mengajak kepada jamaah untuk selalu beristighfar, takbir dan bersedekah serta memohon ampunan kepada Allah SWT sembari memohon agar cobaan Covid-19 segera berakhir.

"Fenomena alam ini adalah momentum untuk kita semua meningkatkan keimanan kepada Allah SWT, " pesan Prof Roem Rowi yang juga Guru Besar UIN Sunan Ampel ini. 
 


(TOM)

Berita Terkait