SUMENEP: Gelombang kedatangan santri di di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur disambut dengan protokol "Pondok Pesantren Tangguh". Sejumlah tes kesehatan harus dijalani demi mengamankan pesantren dari penyebaran virus korona (covid-19).
Salah satu yang menerapkan protokol covid-19 adalah Pesantren Attaufiqiyah. Pesantren yang ada di Desa Aeng-Baja Kenek, Kecamatan Bluto ini mendirikan posko kesehatan dengan standart covid-19.
Selain itu, untuk menghindari kerumunan saat di pos pemeriksaan, ratusan santri yang akan kembali ke pondok dibagi menjadi empat tahap. Setiap santri harus melalui sejumlah prosedur kesehatan mulai dari memakai masker, cuci tangan, tes suhu dan semprot desinfektan.
Sementara di Pesantren Al-amien Parenduan yang memiliki santri ribuan dari luar kota juga menerapkan protokol covid-19 tak kalah ketat. Bahkan, para santru harus melalui pemeriksaan tensi darah, selain prosedur lainnya.
"Kami akan mengawal kerjasama dengan pesantren untuk penerapan pesantren tangguh. Yaitu menerapkan protokol kesehatan agar pesantren bebas dari penyebaran virus korona, " ujar Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi.
Sementara Pengurus Pesantren, Rosiki Abdillah menambahkan syarat utama untuk bisa kembali ke pondok adalah surat keterangan sehat.
"Selain di sini juga diperiksa kesehatannya. Santri juga harus membawa surat keterangan sehat dari puskesmas asal masing-masing, " ujarnya.
(TOM)