6 Fakta Putra Buya Arrazy Meninggal Tertembak Pistol Pengawal

Anak KH Arrazy Hasyim atau Buya Arrazy Hasyim meninggal dunia (Foto / Istimewa) Anak KH Arrazy Hasyim atau Buya Arrazy Hasyim meninggal dunia (Foto / Istimewa)

TUBAN : Meski keluarga sudah mengikhlaskan, namun insiden tertembaknya putra kedua ulama Buya Arrazy meninggalkan duka mendalam. Mereka tak menyangka bocah bernama Hushaim Shah Wali Arrazy itu meninggal dengan begitu cepat. Korban tertembak oleh pistol polisi yang menjadi pengawal Buya.

Berikut sejumlah fakta-fakta insiden tertembaknya putra Buya Arrazy yang dihimpun dari berbagai sumber :

1. Ikut Ayah Road Show di Tuban

Hushaim Shah Wali Arrazy berada di Palang, Tuban untuk mengikuti ayahnya road show menghadiri undangan ceramah di sejumlah wilayah di Jawa Timur (Jatim). Hushim singgah di rumah neneknya bersama ibu dan kakaknya yang masih berusia lima tahun.

2. Bermain dengan Kakak

Insiden tersebut terjadi saat korban asyik bermain dengan sang kakak, H. Keduanya bermain di musala tak jauh dari rumah neneknya di Palang. Di musala itu pula sejumlah orang dewasa, termasuk aparat kepolisian yang melakukan pengawalan melekat kepada Buya Arrazy menjalankan salat.

3. Senpi Diambil saat Ditinggal Salat

Saat jemaah salat dzuhur itulah, insiden terjadi. Saat itu, anggota polisi berinisial M meletakkan senjata api di tempat aman karena hendak menjalankan salat. Tanpa sepengetahuan siapa pun, kakak korban, H diam-diam mengambil senjata api jenis glock, milik anggota polisi berinisial M yang di simpan oleh M tersebut.

Baca juga : Kasus Tertembaknya Anak Buya Arrazy Tak Berlanjut, Keluarga Ikhlas...

Beberapa saat kemudian terdengar letusan senjata api dan seluruh jemaah di musala langsung berhamburan menuju suara letusan senjata api tersebut. Saat itu, korban sudah terluka di bagian dagu.

4. Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit

Korban yang sudah dalam kondisi kritis, langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun baru beberapa saat menjalani perawatan, korban meningal dunia.

5. Senpi dalam Kondisi Terkunci

Hasil pemeriksaan polisi senjata api saat itu dalam kondisi terkunci. Senpi juga diletakkan di tempat aman, sehingga mungkinkan tidak ada yang mengambilnya. Namun, entah apa yang terjadi, pistol tersebut tiba-tiba ada di tangan kakak korban dan terjadi letusan hingga mengenai adiknya.

"Hasil pemeriksaan kami semua dalam posisi aman. Senpi terkunci dan di tempat aman," kata Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Gananta, Kamis 23 Juni 2022.

6. Polisi Tidak Memproses Hukum

Polisi telah melakukan peyelidikan atas kasus tertembaknya putra Buya Arrazy tersebut. Namun, dalam perjalannya, pemeriksaan dihentikan. Pasalnya, pihak keluarga telah mengikhlaskan putranya dan menganggap kasus tersebut sebagai musibah. "Pihak keluarga juga tidak membuat laporan," kata AKP Gananta.

Selain itu, polisi juga tidak menemukan unsur kesengajaan dalam kasus tersebut. Dari hasil pemeriksaan saksi dan olah tempat kejadian perkara, insiden tersebut terjadi murni karena kecelakaan.


(ADI)

Berita Terkait