Dampak Pandemi, Hanya 20 Wisman Datang ke Jatim

Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi wisata favorit wisatawan mancanegara (Foto / Istimewa) Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi wisata favorit wisatawan mancanegara (Foto / Istimewa)

SURABAYA : Kondisi pandemi covid-19 masih berdampak terhadap kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur. Tercatat, sepanjang Januari 2021 hanya 20 orang. Jumlah tersebut turun turun 76,47 persen dari bulan sebelumnya sebanyak 85 kunjungan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pola kedatangan wisman ke Jatim pada bulan Januari selama tiga tahun terakhir menunjukkan tren yang fultuatif. Januari 2019 misalnya, kunjungan wisman mencapai 13.792 orang. Jumlah tersebut masih jauh lebih tinggi dibandingkan Januari tahun 2021 meskipun masih lebih rendah dibandingkan tahun 2020.

“Hal ini perlu menjadi perhatian pihak terkait, agar jumlah wisman di periode berikutnya kembali meningkat,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Umar Sjaifudin Rabu 3 Maret 2021.

Pada bulan Januari 2021, wisman yang masuk ke Jatim dan memiliki kewarganegaraan selain Indonesia hanya berjumlah 1 orang yaitu warga negara Malaysia. Sedangkan sisanya, yakni berjumlah 19 orang wisman atau mencakup 95 persen dari total wisman yang masuk ke Jatim warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri.

"Dibanding Desember 2020, kunjungan wisman dari sepuluh negara utama pada Januari 2021turun dari 66 kunjungan menjadi 20 kunjungan atau mengalami penurunan sebesar 69,70 persen," katanya.

Data BPS Jatim juga menyebutkan, selama Januari-Desember 2020, jumlah wisman yang masuk Jatim hanya 34.977 kunjungan. Jumlah itu merupakan yang terendah dalam lima tahun terakhir.

Pada tahun 2020 jumlah kunjungan wisman lebih rendah dibandingkan tahun 2019, yaitu dari 243.899 kunjungan menjadi 34.977 kunjungan. Sedangkan dibanding Januari-Desember 2018 dengan jumlah wisman 320.529 kunjungan.

"Pariwisata merupakan salah satu sektor paling terdampak pandemi covid-19. Larangan orang asing masuk wilayah Indonesia yang diterapkan mulai April 2020, mempengaruhi jumlah wisman ke Indonesia, khususnya ke Jatim," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Dadang Hardiwan.

 


(ADI)

Berita Terkait