Pimpinan Ponpes Gontor Datangi Makam Santrinya yang Meninggal Dianiaya

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Akrim Mariyat beserta rombongan berdoa di makam santrinya/MI Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Akrim Mariyat beserta rombongan berdoa di makam santrinya/MI

PALEMBANG: Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur, datang ke rumah duka santrinya yang meninggal dunia akibat dianiaya, Jumat 9 September 2022.  

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Akrim Mariyat, beserta rombongan datang pula ke TPU Sei Selayur Kecamatan Kalidoni Palembang, tempat makam AM, 16, santri yang meninggal dunia.

Di TPU tersebut, mereka bertemu dengan keluarga AM yang masih berduka kehilangan anaknya. Usai berziarah di makam AM, Akrim mengatakan pihaknya mendatangi makam AM yang merupakan santri yang meninggal di Ponpes Gontor.

"Kami datang ke sini untuk bertakziyah dan mengutarakan kedukaan kita dan mendoakan mudah-mudahan yang meninggal ini mati syahid dan dosanya diampuni," ucap Akrim.

BACA: Terbang ke Palembang, Polisi Autopsi Santri Pondok Gontor Meninggal Dianiaya

Pihaknya tetap membina silaturahmi dengan pihak keluarga almarhum. Karena itu, dengan takziyah tersebut, pihaknya akan tetap terus menjaga hubungan baik dengan keluarga almarhum yang sedang berduka.

Terkait dengan permasalahan kasus hukum AM yang sedang ditangani Polres Ponorogo, Akrim memilih tak menjawab. "Permasalahan ini bukan urusan saya tetapi ada pembicaraan khusus. Kami ada tim juru bicara sendiri," kata dia.

Sebelumnya, tim dari Polres Ponorogo telah melakukan autopsi terhadap jasad AM di Palembang. Kasat Reskrim Polres Ponorogo Ajun Komisaris Nikolas Bagas Yudhi Kurnia menuturkan hasil autopsi di tubuh korban sudah didapat usai pemeriksaan.
"Dugaan kami tetap ada tindak kekerasan. Lukanya nanti dijelaskan tim forensik," kata dia.

Diakuinya, hasil autopsi mungkin diupayakan untuk segera dilaporkan.  "Autopsi pada hari ini berjalan dan sudah selesai. Hasilnya menunggu dari dokter forensik, karena yang dapat menjelaskan sesuai keahliannya ialah dokter forensik," jelas dia.

Ia menerangkan hasil autopsi bakal menjadi barang bukti tambahan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan di Gontor, polisi juga menemukan beberapa bukti penting seperti alat yang digunakan menyiksa korban.

"Sudah diamankan beberapa barang bukti seperti pentungan yang digunakan untuk menyiksa korban. Lalu salah satu becak untuk membawa korban," pungkanya.


(TOM)

Berita Terkait