Tenun Ikat Kediri Terimbas Harga Kapas Dunia

Pelanggan setia tenun ikat Kediri/metrotv Pelanggan setia tenun ikat Kediri/metrotv

KEDIRI: Melambungnya harga kapas di pasar dunia, ikut mempengaruhi produksi sejumlah sentra perajin tenun ikat di Kota Kediri, Jawa Timur. Perajin terpaksa menaikkan harga kain mengikuti harga kapas yang diprediksi akan terus naik.

Siti Rokhayah, perajin asal Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto mengatakan harga kapas dunia yang melambung mengakibatkan harga benang terus mengalami kenaikan sejak awal 2022 hingga bulan Juli ini.

Semula harga benang perlima kilogramnya hanya Rp 780 ribu, kini menjadi Rp 1 juta. Imbas kenaikan harga benang ini membuat  sejumlah perajin tenun ikat, temasuk Rokhiyah harus menaikan harga jual kain produksinya.

BACA: Geger Gus Samsudin Vs Pesulap Merah, Pedepokan Nur Zat Sejati Dijaga Ketat Polisi

"Agar tidak merugi harga kain tenun ikat yang semula hanya Rp 180 ribu perlembar dengan panjang 2,5 meter kini dijual Rp 200 ribu,  Sedangkan untuk kain sarung, lanjut Rokhiyah, dijual RP 300 ribu dan yang termahal Rp 650 ribu untuk jenis kain sutra, " bebernya.

Siti Rokhayah merintis usahanya ini sejak 1989 dibantu 115 karyawan. Dalam sehari mampu memproduksi hingga 100 lembar kain, baik kain untuk baju maupun kain untuk sarung. Karena kapasitas produksinya yang kurang memadai, saat ini Siti sering menolak pesanan.

Untungnya, meski harga kain naik tidak mempengaruhi permintaan pelangan. Sebab tenun ikat khas Kediri mempunyai segmen pasar sendiri.

"Saya langganan membeli kain di tempat ini, baik dipakai sendiri mapun untuk sovenir keluarga atau kerabat. Tenun ikat enak dipakai dalam suhu panas maupun dingan. Selain itu motifnya juga menarik dan selalu update, " ujar nur Asyah, pelanggan  asal Cirebon ini.

 


(TOM)

Berita Terkait