Dorong Produk Dalam Negeri, Kadin Jatim Perkenalkan Kopi Malang ke Dubes Uni Eropa

Dari kiri - Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunai Darussalam Vincen Piket, dan Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Pertanian dan Pangan Edi Purwanto, pada saat mencicipi kopi, di Malang, Jawa Timur, Rabu (1/2/2023). ANTARA/HO-Kadin Jatim. Dari kiri - Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunai Darussalam Vincen Piket, dan Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Pertanian dan Pangan Edi Purwanto, pada saat mencicipi kopi, di Malang, Jawa Timur, Rabu (1/2/2023). ANTARA/HO-Kadin Jatim.
Malang: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur memperkenalkan kopi asal wilayah Malang ke Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunai Darussalam Vincen Piket.

Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Pertanian dan Pangan Edi Purwanto mengatakan, komoditas asal Malang tersebut memiliki potensi yang cukup besar, mengingat konsumsi kopi masyarakat di sejumlah wilayah Eropa cukup tinggi.

Hal ini juga sebagai bentuk apresiasi kehadiran Dubes Uni Eropa di Malang, untuk mempererat hubungan dan menguatkan kerja sama perdagangan, khususnya untuk produk Malang yang diekspor ke Uni Eropa.

"Kadin ingin lebih memperkenalkan produk kopi Malang ke pasar Uni Eropa. Hal inilah yang mendasari kami untuk mengajak Duta Besar Uni Eropa mencicipi kenikmatan kopi khas Malang," kata Edi, dikutip dari Antaranews.com, Kamis 2 Februari 2023.

Diketahui, Kabupaten Malang merupakan salah satu wilayah penghasil kopi terbesar di Jawa Timur. Dari total luas lahan kopi di Jawa Timur yang mencapai 113.330 hektar, di Kabupaten Malang memiliki porsi hingga 28,1 persen lahan yang tersebar di 30 kecamatan.

Tercatat, ekspor kopi Jawa Timur pada 2022 ke Uni Eropa mencapai 73,9 juta dolar Amerika Serikat (AS) dengan volume 19,2 ton. 

Namun, kinerja ekspor kopi dari Indonesia ke Uni Eropa dinilai masih lebih rendah dibandingkan Vietnam.

"Kalau Vietnam kan lewat darat, jadi lebih murah. Kita kalah bersaing karena besarnya biaya distribusi. Kita ingin meningkatkan pendapatan petani agar kesejahteraan mereka juga ikut terangkat," ujarnya.

Oleh karena itu, melalui kehadiran Duta Besar tersebut, Kadin berupaya mendorong memberikan akses kepada para petani agar bisa melakukan ekspor produk kopi yang dihasilkan.


(SUR)

Berita Terkait