Mahasiswa Untag Ciptakan Sepeda Penyapu Sampah

Sanusi menunjukkan cara kerja sepeda penyapu sampah yang ia buat (Foto / Metro TV) Sanusi menunjukkan cara kerja sepeda penyapu sampah yang ia buat (Foto / Metro TV)

SURABAYA : Mahasiswa Jurusan Teknologi Manufaktur Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya bernama Sanusi menciptakan sebuah sepeda yang memiliki fungsi membersihkan sampah botol plastik di jalanan. Sanusi menciptakan sepeda tersebut karena melihat kecenderungan masyarakat yang saat ini memiliki hobi gowes atau bersepeda saat pandemi.

“Saya melihat orang-orang cenderung bersepeda waktu pandemi akhirnya punya ide bikin sepeda yang fungsinya bisa membersihkan sampah,” katanya, Sabtu 18 September 2021.

Proyek yang dinamai Sepeda Sapu Sampah itu berbentuk menyerupai becak, di bagian bawah terdapat ujung sapu sebanyak 15 buah di bagian depan dan belakang.“Fungsi sapu depan menyapu sampah yang di sampingnya supaya bisa masuk ke bagian tengah lalu di dorong ke belakang masuk ke bagian tempat penampungan,” kata dia.

Untuk bahan-bahannya, Sanusi menggunakan rangkaian sepeda bekas yang dimodifikasi. Jangka waktu menyelesaikan projek tersebut selama enam bulan, mulai dari mendesain hingga menganalisa sepeda agar bisa berfungsi. “Kesulitannya menganalisa bagaimana sapu ini bisa bekerja mengambil botol plastik dan mengayuh sepedanya ketika berbelok. Cara kerjanya hampir sama seperti becak gowes,” ujarnya.

Baca Juga : Inovatif, Mahasiswa UB Ubah Limbah Makanan Jadi Pupuk dan Penangkal Hama Tanaman

Namun, saat ini sampah yang bisa diambil hanya khusus botol plastik. Untuk sampah jenis daun-daunan atau jenis yang kecil-kecil masih belum bisa. Dosen Pembimbing sekaligus Kaprodi Teknologi Manufaktur Untag Surabaya Yusuf Eko Nurcahyo menyebut pembuatan sepeda sapu sampah itu menghabiskan dana sebesar Rp 3 juta.

Pihaknya berencana mengembangkan kembali projek tersebut agar bisa digunakan di kampus atau di desa-desa serta jalanan membantu para tukang sapu. “Rencananya kami akan produksi massal. Nanti akan diperbaiki lagi apa kekurangannya. Terutama keringanan saat mengayuh dan perputaran sapunya,” tutur Yusuf.


(ADI)

Berita Terkait