Pekan Awal Oktober, Rupiah Melemah ke Posisi RP 15.255 per Dolar AS

Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp/aa. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di tempat penukaran mata uang asing di Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp/aa. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin, 3 Oktober 2022, pagi, melemah jelang rilis data inflasi September 2022.

Rupiah pagi ini melemah 28 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp 15.255 per dolar AS. Sebelumnya, posisi pada penutupan perdagangan adalah Rp 15.227 per dolar AS.

“Pergerakan indeks saham Asia pagi ini terlihat menurun. Ini mengindikasikan sentimen pasar terhadap aset berisiko terlihat negatif dan mungkin bisa menahan penguatan rupiah yang terjadi pada perdagangan di Jumat kemarin,” kata pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, dilansir dari Antara, Senin, 3 Oktober 2022.

Menurutnya, sentimen negatif pada aset berisiko mungkin karena kekhawatiran pasar terhadap kenaikan inflasi global yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global.

Di samping itu, dolar AS terlihat masih dalam konsolidasi. Pasar terlihat sedikit teralihkan dari isu The Fed ke isu perlambatan ekonomi global, di mana perekonomian AS pun mendapatkan tekanan dari kenaikan inflasi.

“Dan ini membantu penguatan nilai tukar lainnya terhadap dolar AS untuk sementara,” kata Ariston.

Dari dalam negeri, data tingkat inflasi September dapat memperlemah rupiah jika nilainya lebih tinggi dari sebelumnya masuk ke angka 5 persen (yoy).

“Tingkat inflasi yang terus meninggi bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi karena masyarakat menunda atau menahan konsumsi,” ujar Ariston.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak di kisaran Rp 15.200 per dolar AS sampai Rp 15.300 per dolar AS.

Pada Jumat, 30 September 2022, rupiah ditutup menguat 36 poin atau 0,23 persen ke posisi Rp 15.227 per dolar AS daripada posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.263 per dolar AS.


(SUR)

Berita Terkait