Produksi Susu Segar di Sidoarjo Anjlok, Imbas Wabah PMK

Penyemprotan disinfektan di kandang sapi peternak Sidoarjo/MI Penyemprotan disinfektan di kandang sapi peternak Sidoarjo/MI

SIDOARJO: Produsen susu sapi segar di Kabupaten Sidoarjo terpukul akibat wabah virus penyakit mulut dan kuku (PMK), yang terjadi selama sekitar dua pekan terakhir.

Produksi susu anjlok drastis tinggal 6% karena sapi perah yang terkonfirmasi PMK kebanyakan yang produktif menghasilkan susu.

Salah satu produsen susu sapi segar di Kabupaten Sidoarjo adalah Nurrotin, 55, warga Dusun Klagen, Desa Tropodo, Kecamatan Krian. Nurrotin memiliki sekitar 50 ekor sapi perah, yang juga terserang wabah PMK.

Sebelas ekor miliknya terpaksa harus segera dipotong karena kondisinya parah dan tidak bisa disembuhkan lagi. Satu ekor terpaksa harus segera dipotong di tempat peternakan, dan 10 ekor lagi sempat dibawa ke rumah pemotongan hewan.

BACA: Polresta Sidoarjo Gelar Razia Kendaraan Pengangkut Hewan Ternak

Ironisnya, sapi-sapi yang kondisinya parah tersebut, rata-rata adalah yang produktif menghasilkan susu. Akibatnya, produksi susu sapi perah di tempatnya anjlok drastis tinggal sekitar 10 liter per harinya. Padahal sebelumnya bisa menghasilkan rata-rata 150 liter susu setiap harinya.

"Wah nggak usah nanya nilai kerugian, banyak sekali," keluh Nurrotin pada wartawan, Rabu (11/5) sore.

Produsen susu sapi segar itu berharap ada bantuan pemerintah, karena dampak wabah PMK tersebut sangat memukul usaha.

Dia berharap ada kelonggaran pembayaran cicilan bank karena produksi susu nyaris tidak ada lagi. Tidak ada produksi susu otomatis juga tidak ada pendapatan untuk membayar cicilan bank.

"Saya berharap ada relaksasi pemerintah, karena usaha susu sapi segar terhenti sementara," kata Nurrotin.

 


(TOM)