JOMBANG : Kondisi pandemi tak berdampak pada pesanan madu. Terbukti, peternak lebah madu di Jombang justru kebanjiran order. Bahkan, selama satu bulan terakhir omzet penjualan meningkat tajam hingga 100 persen.
Salah soerang peternak lebah madu Muhammad Lutfi (35) mengatakan hasi ternak lebah memang melimpah. Dengan sistem gembala di area tengah perkebunan dan meletakkan ratusan kotak lebah di bawah pepohonan yang rimbun, ia bisa mendapatkan madu dalam jumlah besar.
"Dalam dua minggu ini produksi madu peternakan lebah saya menghasilkan 2 ton lebih," ungkap warga asal Desa Karangdagangan,Kecamatan Bandarkedungmulyo.
Untuk menjual madu alami itu, Lutfi harus mengambilnya seccara terpisah. Sarang lebah yang berisi madu kemudian dimasukkan ke dalam tong khusus dan digiling hingga menyisahkan madu.
Madu ini, kemudian dikemas ke dalam botol berbagai macam ukuran dan siap untuk di pasarkan. Untuk harganya sendiri, satu botol madu berukuran 350 mili liter dihargai Rp 50 ribu, sedangkan untuk botol ukuran 750 mili liter seharga Rp 90 ribu.
"Selama pandemi virus korona permintaan madu meningkat drastis. Rata-rata permintaan untuk peningkatan imun tubuh para konsumen," terangnya.
Masyarakat semakin mengerti jadi fungsi madu untuk menjaga kesehatan. Kalau hari biasa 2 ton madu, kalau ini dua minggu 2 ton madu habis untuk memenuhi permintaan masyarakat.
"Bahkan tak hanya dari lokal. permintaan pasar, kini bisa tembus ke luar pulau Jawa, seperti Kalimantan hingga Sumatera," pungkasnya.
(ADI)