Sambangi Media Group, Kadispenal Siap Kerja Sama Ciptakan Indonesia Damai

Pemimpin Redaksi Metro TV, Arief Suditomo (kiri), Kepala Divisi Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI (kanan). Medcom.id/Sasyi Niskala S. Pemimpin Redaksi Metro TV, Arief Suditomo (kiri), Kepala Divisi Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI (kanan). Medcom.id/Sasyi Niskala S.

Clicks: TNI Angkatan Laut melalui Kepala Divisi Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono beserta jajarannya mengunjungi kantor Media Group (Metro TV/Medcom.id/Media Indonesia), Kedoya, Kamis, 26 November 2020, sekitar pukul 14.00 WIB. Kedatangan Kadispenal disambut secara langsung oleh Pemimpin Redaksi Metro TV, Arief Suditomo, dan Pemimpin Redaksi Media Indonesia, Gaudensius Suhardi, beserta jajarannya. Maksud dari kunjungan ini lebih untuk bersilaturahmi dengan Media Group.

Dalam pertemuan tersebut, Julius menyatakan apresiasinya kepada Media Group yang sejak awal berkomitmen untuk menjaga pemberitaan di situasi apapun. Media Group juga dipuji atas sikapnya untuk tidak memberikan ruang kepada kelompok intoleran dan pihak yang mencoba untuk memecah persatuan bangsa serta mempertanyakan ideologi pancasila.

“Saya melihat bahwa Metro TV cukup konsisten terhadap pancasila, terhadap merah putih,” kata Julius

Ia berharap kedepannya kedua instansi dapat bekerjasama lebih baik. Diketahui TNI Angakatan Laut juga memiliki radio dan channel TV yang bernama JJM. Mereka juga memiliki tim reporternya tersendiri untuk memberikan informasi seputar kegiatan TNI Angakatan Laut.

“Kami berharap bisa bekerjasama lebih baik (dengan Media Group), lebih merata. Kemudian kami juga mempunyai TV dan radio yang akan belajar banyak untuk mengembangkan potensi-potensi itu.” ungkapnya.

Terakhir, terkait adanya dinamika politik yang terjadi saat ini di Indonesia, Julius memberikan pesan kepada masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Masyarakat Indonesia bersama-sama harus memiliki rasa cinta damai dan kerukunan untuk Tanah Air.

“(Masyarakat harus) Tetap setia kepada pancasila dan negara kesatuan Republik Indonesia,” ujar Julius.


(SYI)