100 Anak Korban Covid-19 Jadi Anak Asuh Polres Malang

Polres Malang mengangkat 100 anak yatim atau piatu karena covid-19 di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi anak asuh. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq Polres Malang mengangkat 100 anak yatim atau piatu karena covid-19 di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi anak asuh. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

MALANG: Polres Malang mengangkat 100 anak yatim piatu karena covid-19 di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi anak asuh. Pengangkatan anak asuh ini untuk membantu anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya sehingga mendapatkan pendampingan dan bantuan, agar tetap bisa bersekolah.

Kapolres Malang, AKBP R Bagoes Wibisono, mengatakan setiap satu anggota Sat Lantas Polres Malang akan menjadi orang tua asuh bagi satu anak yatim piatu tersebut. Masing-masing anggota Sat Lantas akan mendampingi perkembangan dan kebutuhan anak asuhnya.

“Masing-masing orang tua asuh memiliki tanggung jawab moral untuk memperhatikan dan berinteraksi kepada anak asuhnya, serta mendampingi anak asuhnya hingga kelak ia menggapai cita-citanya,” kata Bagoes, Jumat 17 September 2021.

BACA: Kuras Isi ATM Setengah Miliar, Pelaku Ditembak!

Bagoes menerangkan, wabah covid-19 menimbulkan berbagai dampak, baik dari segi ekonomi, psikis maupun sosial. Bahkan,  banyak anak-anak yang harus menerima kenyataan menjadi yatim piatu lantaram orang tuanya meninggal akibat terpapar covid-19.


Oleh karena itu, Polres Malang meluncurkan gerakan 'Pengangkatan Orang Tua Asuh Anak Yatim Piatu Terdampak Covid-19'. Gerakan ini diluncurkan juga untuk memperingati hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-66 Tahun 2021.

"Kegiatan ini sesuai arahan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, serta juga dilaksanakan serentak pada jajaran Polres se-Polda Jatim dan dipantau secara virtual oleh Kapolda Jatim dalam kunjungan kerja di Polres Ponorogo dengan agenda memantau langsung kegiatan yang sama," jelasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Malang, AKP Agung Fitransyah, mengatakan pada pengangkatan ini pihaknya juga menyerahkan santunan dan trauma healing kepada anak-anak tersebut. Tujuannya untuk memberikan motivasi, semangat serta mengembalikan kondisi emosional anak-anak pasca kehilangan orang tuanya.

”Selain bantuan meteril, kita juga melakukan pendampingan moril dan motivasi kepada anak-anak melalui anggota Satlantas yang di wajibkan berkunjung secara rutin untuk berinteraksi, menanyakan kabar dan kebutuhanya, sehingga anak tersebut merasa terayomi dan terlindungi,” ujar Agung.

 


(TOM)

Berita Terkait