Kemarau Tahun Ini, 15 Hektar Lahan Perhutani di KPH Parengan Terbakar

Petugas berusaha memadamkan api di wilayah KPH Parengan/metrotv Petugas berusaha memadamkan api di wilayah KPH Parengan/metrotv

TUBAN: Sekitar 25 hektar lahan Perhutani di wilayah Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Parengan, Divisi Regional Jawa Timur, ludes terbakar. Lahan hutan terbakar ini tersebar di empat BKPH, yakni BKPH Malo, Parengan Utara, Pungpungan dan BKPH Mulyo Agung.

Dari data yang ada di Kantor KPH Parengan, dari luasan kawasan Perhutani yang terbakar, wilayah  yang paling luas mengalami kebakaran adalah hutan milik RPH Giwang, BKPH Malo. Yakni seluas 5 hektar yang tersebar di 14 wilayah Resort Pemangku Hutan (RPH).

Sementara di urutan terluas kedua wilayah hutan yang terbakar berada di RPH Parengan, BKPH Parengan Utara, yakni seluas 4 hektar. Masing-masing terjadi pada petak 11-a seluas 2 hektar dan di petak 1-a wilayah RPH Ngawun seluas 2 hektar.

"Selain itu, kebakaran hutan juga terjadi di petak 96-e2 RPH Kampak, BKPH Pumpungan, seluas 2 hektar serta di petak 42c-2 RPH Trembul BKPH Mulyo Agung, seluas kurang lebih 4 hektar, " ujar Kepala Administratur KPH Parengan, Slamet Juwanto.

BACA: Rombongan Pesilat Serang Warga Jombang Diringkus

Guna menindaklanjuti kejadian tersebut, KPH Parengan telah melakukan beberapa langkah. Diantaranya bekerjasama dengan satuan pemadam kebakaran kabupaten setempat. Selain itu KPH Parengan juga melibatkan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk membentuk program Masyarakat Peduli Api.

"Tak hanya itu, sebagai antisipasi terjadinya kebakaran hutan dikemudian hari, KPH Parengan juga melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan, serta sejumlah pendekatan dan upaya prefentif lainnya di masyarakat, " ujarnya.

Sementara warga sekitar mengatakan kebakaran hutan di musim kemrau ini sudah kerap terjadi. Namun tidak pernah tahu penyebab terjadinya kebakaran hutan ini.

 


(TOM)

Berita Terkait