PPKM Darurat, 45 Calon Pengantin di Kota Malang Batal Nikah

Ilustrasi / Medcom.id Ilustrasi / Medcom.id

MALANG : Sebanyak 45 calon pengantin di daerah ini membatalkan pernikahan karena terkendala Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Mereka rata-rata membatalkan pernikahan karena ada kewajiban swab antigen sesuai Surat Edaran Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag RI Nomor:P-001/DJ.III/Hk.007/07/2021. Data ini terhitung sejak 3 hingga 18 Juli 2021 kemarin.

“Ada 34 calon pengantin yang menunda pernikahan karena tidak tes swab antigen. Ada 8 calon pengantin yang tertunda karena hasil swab antigennya positif. Serta 3 pasangan lainnya karena alasan lain (total 45). Kalau yang 34 pasangan itu mundur karena tidak swab, artinya mundur itu mereka sendiri yang mengajukan mundur,” Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Malang, Moh. Rosyad, Senin 19 Juli 2021.

Rosyad menuturkan, calon pengantin yang mendaftarkan diri kepada KUA sebelum masa PPKM Darurat sebanyak 217 pasangan dari jumlah itu 45 calon yang membatalkan. Mereka tersebar di 5 kantor KUA yang ada di Kota Malang.

BACA JUGA : Khofifah Kurban Sapi Jenis Ongole, Ini Penampakannya

Rinciannya, di KUA Klojen ada  1 pasangan, KUA Sukun ada 4 pasangan, KUA Lowokwaru ada 7 pasangan, KUA Blimbing ada 18 calon pasangan. Serta KUA Kedungkandang ada 13 pasangan.

“Untuk yang 8 calon pengantin positif swab antigen, ada yang dari pihak laki-laki ataupun perempuannya. Mereka juga bisa melaksanakan kalau membuktikan telah sehat dengan membawa surat antigen swab hasil negatif. Tentu tetap kita fasilitasi, kita fleksibel saja,” kata Rosyad.

Rosyad mengatakan, mereka yang membatalkan pernikahan memilih kembali melangsungkan pernikahan setelah masa PPKM Darurat berakhir. Mereka yang menunda pernikahan juga menghitung biaya swab antigen untuk 5 orang yang biayanya juga cukup besar. 5 orang wajib antigen terdiri dari, dua orang calon pengantin, dua orang saksi dan satu orang wali. Serta satu petugas penghulu dari KUA.

“Kapan harinya (pernikahan) tergantung mereka, karena pernikahan itu kan ada yang menghitung juga spriritual Jawa, seperti weton dan neptunya. Yang penting itu tunda sampai PPKM Darurat selesai. Karena swab (antigen) itu kan 5 orang, biayanya tidak sedikit, tidak semua masyarakat kita bisa,” tandasnya.


(ADI)

Berita Terkait