Terkait Pelonco Online, Unesa Beri Layanan Konseling

Kasus perpeloncoan  yang dilakukan mahasiswa Unesa kepada mahasiswa baru viral di medsos (Foto / Metro TV) Kasus perpeloncoan yang dilakukan mahasiswa Unesa kepada mahasiswa baru viral di medsos (Foto / Metro TV)

SURABAYA : Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membentuk tim crisis center untuk memberikan layanan konseling kepada para mahasiswa baru dan panitia terkait perpeloncoan online yang viral di media sosial. Mereka diminta menutup seluruh akses media sosial dan fokus pada perkuliahan.

Setelah viral di media sosial terkait kasus video mahasiswa senior melakukan kekerasan verbal terhadap mahasiswa baru pada kegiatan ospek atau pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKKMB) Unesa 2020 secara daring, mahasiswa yang menjadi panitia maupun peserta pelonco online mengaku mengalami trauma berat.

"Akun media sosial pribadi mereka diserang warganet dengan berbagai macam komentar dan hujatan," kata Ketua Pusat Crisis dan Mitigasi Unesa, Diana Rahmasari.

Agar tak berlarut, pihaknya bergerak cepat dengan memberikan layanan konseling langsung kepada para mahasiswa yang menjadi panitia dan peserta ospek online tersebut.

"Layanan konseling langsung ini dilakukan untuk membantu terapi kognitif yang biasa diberikan untuk penderita tekanan mental," terangnya. 

Tim psikologi memastikan, para mahasiswa yang terlibat tetap terdampingi dan terjaga mentalnya. Saat ini, Unesa sudah memasuki masa perkuliahan semester gasal. Sehingga pihaknya berupaya agar mereka tidak drop dan tetap semangat menjalani perkuliahan dengan baik.


(ADI)

Berita Terkait