Bulog Beli 120 Ribu Ton GKP untuk Pengadaan Beras Dalam Negeri

Foto Arsip - Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menyampaikan keterangan kepada pers di Jakarta pada Jumat (5/4/2024). (ANTARA/Harianto) Foto Arsip - Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menyampaikan keterangan kepada pers di Jakarta pada Jumat (5/4/2024). (ANTARA/Harianto)

Jakarta: Perum Bulog telah melakukan pembelian sebanyak 120 ribu ton gabah kering panen (GKP) di tingkat petani. Upaya ini untuk mengamankan persediaan beras dalam negeri.

“10 hari masa libur Lebaran, jajaran Bulog terus melakukan pengadaan beras dalam negeri. Sampai dengan 14 April 2024 Bulog telah menyerap sekitar 120 ribu ton setara GKP (gabah kering panen) atau sekitar 64 ribu ton setara beras,” ucap Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi dikutip dari Antara, Selasa, 16 April 2024.

Bayu mengatakan, sekitar 46% dari jumlah serapan GKP diserap selama bulan April, termasuk juga saat libur lebaran. Berbagai daerah yang dilakukan pengadaan beras dalam negeri secara besar adalah wilayah kerja bulog Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Sumatra Selatan, dan Yogyakarta.

Namun, Bayu juga menyampaikan jumlah 64 ribu ton setara beras yang berhasil diserap bulog tahun ini dikatakannya masih lebih kecil jika dibandingkan dengan rata-rata pengadaan beras dalam negeri tahun-tahun sebelumnya, tepatnya periode Januari-April 2021-2023 yang tercatat mencapai 375 ribu ton.

Hal ini disebabkan karena fenomena El Nino yang menjadi penghambat dan keterlambatan tanam dan panen tahun ini. Selain itu, permasalahan produksi lainnya yang dicatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai penurunan produksi kuartal pertama pada tahun ini yang mencapai sekitar 17% dibanding tahun 2023.

“Bulog akan terus aktif melakukan pengadaan beras dalam negeri selama musim panen bulan April ini yang diperkirakan masih akan berlanjut pada bulan Mei,” kata Bayu.

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memberikan fleksibilitas bagi Perum Bulog dalam harga pembelian pemerintah (HPP) GKP di tingkat petani dari Rp5.000/kg menjadi Rp6.000/kg. Kebijakan yang diberlakukan dari 3 April-30 Juni 2024 ini disampaikan oleh Arief Prasetyo Adi selaku Kepala Bapanas pada Jumat, 5 April 2024 yang lalu.

“Kami putuskan adanya fleksibilitas HPP bagi Bulog. Ini agar Bulog dapat meningkatkan stok CBP (cadangan beras pemerintah) yang berasal dari produksi dalam negeri, jadi tidak hanya bersumber dari importasi saja,” tutur Arief dikutip dari Antara, Selasa, 16 April 2024.

Arief menyatakan keputusan tersebut setelah mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika memonitor stok pangan dan bantuan pangan beras di Gudang Perum Bulog Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi.

Ia juga menyampaikan harga gabah kering giling (GKG) di gudang Perum Bulog menjadi fleksibel di harga Rp7.400/kg yang sebelumnya Rp6.300/kg. Sementara itu, HPP beras di gudang Perum Bulog dengan derajat sosoh minimal 95%, kadar air 14%, butir patah maksimal 20%, dan butir menir maksimal 2% difleksibelkan menjadi Rp11.000/kg yang sebelumnya di harga Rp9.950/kg.

“Tentu dengan adanya fleksibilitas harga bagi Bulog ini akan menjadi safety net bagi para sedulur petani, agar harga dapat terjaga dengan baik. Tatkala produksi kian meningkat, tentu akan mempengaruhi harga,” kata Arief.

Ini dikatakannya sesuai dengan arahan presiden untuk terus mengingatkan bahwa saat panen raya padi, harga di kalangan petani tidak boleh terlalu jatuh. Oleh karenanya, pemerintah hadir dan memastikan bersama dengan Perum Bulog yang telah ditugaskan untuk menyerap produksi dalam negeri sebagai stok CBP.


(SUR)

Berita Terkait