Lamongan Daerah Pertama PPKM Level 1 di Pulau Jawa

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa

LAMONGAN: Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menjadi satu-satunya daerah di Pulau Jawa berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1. Artinya, situasi covid-19 di Lamongan mulai stabil.
 
"Alhamdulillah, Jatim menjadi satu-satunya provinsi yang memiliki kabupaten/kota pada level 1, sesuai assesment yang dilakukan Kemenkes RI yaitu Lamongan," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Surabaya, Rabu, 8 September 2021.
 
Sementara, status Level 4 kini tersisa di Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Magetan. Status Level 3 tercatat 19 kabupaten/kota, di antaranya Kab. Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, Ngawi, Nganjuk, Mojokerto, Malang, Madiun, Lumajang, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Madiun , Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Batu, Kab. Kediri, Jombang, dan Blitar.

BACA: Jokowi: Covid-19 Tidak Akan Hilang, Tapi......

Lalu 16 kabupaten/kota masuk level 2, di antaranya Kabupaten Tuban, Sumenep, Situbondo, Sidoarjo, Sampang, Probolinggo, Pasuruan, Pamekasan, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kabupaten Gresik, Bondowoso, Bojonegoro, Banyuwangi, dan Bangkalan.
 
"Terima kasih kekompakan dari semua pihak, termasuk bupati/walikota bersama Forkopimda se-Jatim, nakes dan sebagainya yang saling bersinergi dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran covid-19," ujarnya.
 
Khofifah menjelaskan, status PPKM  Provinsi Jawa Timur pun turundari level 4 ke level 2 per 1 Agustus 2021 dan 6 September 2021.
 
"Dari 30 kabupaten/kota level 4, kini turun menjadi 2 kabupaten/kota tingkat 2. Ini membuat Jatim turun assesment dari tingkat 4 menjadi tingkat 2," ujarnya.
 
Tak hanya itu, lanjut Khofifah penanganan covid-19 juga mengalami perbaikan. Tren kasus positif, tren rawat inap, tren kematian, tren positivity rate, dan tren BOR mengalami penurunan, dan tren tracing mengalami peningkatan.
 
Tren kasus positif Jatim mengalami penurunan dari 115,7 menjadi 13,68 kasus per 100 ribu penduduk/minggu. Tren rawat inap mengalami penurunan dari 36,82 menjadi 9,58 kasus per 100 ribu penduduk/minggu, tren kematian turun dari 6,27 menjadi 1,8 kematian per 100 ribu penduduk/minggu.
 
Sementara tren positivity rate dari 47,09 persen menjadi 3,55 persen per minggu, dan BOR dari 81,51 persen menjadi 20,37 persen BOR/minggu. Sedangkan tren tracing mengalami peningkatan dari 1,27 menjadi 12,6 kontak erat dideteksi/kasus/minggu.
 
"Tingkat keterisian tempat tidur atau BOR di Jatim ini juga sudah berada sangat jauh di bawah standar WHO yaitu di bawah 60 persen. Saat ini per tanggal 7 September BOR ICU tercatat 28 persen, BOR isolasi di RS tercatat 16 persen, BOR Isolasi di RS Darurat 19 persen dan BOR di isoter 14 persen," katanya.

 


(TOM)

Berita Terkait