8 Pasar di Surabaya Digerojok 23.904 Liter Minyakita

Ilustrasi Ilustrasi

SURABAYA: Sebanyak 23.904 liter Minyakita didistribusikan ke delapan pasar di Kota Surabaya, Jawa Timur. Langkah ini dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menstabilkan harga minyak yang akhir-akhir ini naik.

"Operasi pasar ini bertujuan untuk menstabilkan harga minyak. Khusus minyak goreng ini, masyarakat tidak boleh membeli langsung dari distributor, supaya bisa mengendalikan harga minyak," kata Kepala Bidang Distribusi Perdagangan, Dinkopdag Kota Surabaya, Devie Afrianto, Minggu, 12 Februari 2023.

Adapun delapan pasar yang mendapat pasokan Minyakita di antaranya Pasar Wonokromo, Pasar Tambak Rejo, Pasar Pucang, Pasar Genteng Baru, dan sebagainya. Operasi pasar minyak goreng ini digelar mulai 11 hingga 24 Februari mendatang, untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang Ramadan.

Dalam operasi pasar itu, lanjut Devie, pedagang wajib menjual ke masyarakat menyesuaikan Harga Eceran Tertinggi (HET), maksimal Rp14.000 ribu per liter. Sedangkan dari distributor ke pedagang, dijual Rp12.600 ribu per liter.

BACA: Selimut Sapi Bercorak Zebra, Diyakini Tingkatkan Produksi Susu

“Kalau untuk kemasan seperti Minyakita, itu dijual ke masyarakat tidak boleh lebih dari Rp14.000 ribu, wajib sesuai HET. Kecuali, minyak goreng merk kemasan lain, misal yang premium. Kalau Minyakita dijual di atas HET silakan dilaporkan," ujarnya.

Devie berharap dengan adanya operasi pasar ini tidak ada lagi masyarakat yang tidak mendapatkan minyak goreng. Terutama, pada saat menjelang bulan ramadan pada Maret 2023 mendatang.

“Oleh karena itu, pemkot akan kembali melaksanakan operasi pasar minyak goreng di pasar-pasar tradisional pada 16 dan 24 Februari 2023, dengan total alokasi sebanyak 79.200 liter atau 6.600 karton,” ucap dia.

Sementara itu, pelaksanaan operasi pasar Minyakita sejauh ini berjalan lancar dan aman. Di hari pertama operasi pasar Minyakita ini, masing-masing pasar mendapatkan pasokan antara 150-200 kardus. Satu kardusnya berisi 12 minyak kemasan, masing-masing berukuran satu liter dengan harga Rp12.600 per liter.

Sedangkan teknis pelaksanaan operasi pasar Minyakita ini, nama pedagang didata terlebih dulu. Nama-nama mereka didaftarkan di aplikasi Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah), untuk bisa mendapatkan minyak tersebut.

Dari nama yang terdata, pasokan Minyakita akan didatangkan. Untuk proses berikutnya, pedagang sudah diajari cara menggunakan aplikasi Simirah. Sehingga, ke depan atau untuk pasokan berikutnya, mereka bisa memesan berapa kebutuhan sesuai yang diinginkan.

"Selanjutnya, pedagang tinggal mengambil jumlah minyak sesuai yang dipesan atau jumlahnya dibagi rata dengan pedagang yang lain,” kata Devie.

 


(TOM)

Berita Terkait