Pemkab Sampang Gencarkan Upaya Deteksi Polio Dini Pada Anak-anak

Kegiatan posyandu di Sampang, Jawa Timur. Foto: ANTARA-HO-Dinkes Sampang Kegiatan posyandu di Sampang, Jawa Timur. Foto: ANTARA-HO-Dinkes Sampang

Madura: Pemerintah Kabupaten Sampang menggencarkan upaya deteksi dini penyakit polio pada anak dengan menggerakan peranan kader posyandu di wilayahnya. Apalagi, Pemkab menemukan puluhan anak suspect polio.

"Ini kami lakukan, karena di Sampang telah ditemukan ada sekitar 20 anak yang suspect polio," kata Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Sampang, Abdullah Najich, dikutip dari Antara, Rabu, 15 Mei 2024.

Ia mengatakan temuan tersebut diperoleh dari laporan sejumlah puskesmas yang tersebar di semua kecamatan di wilayah tersebut. Anak yang suspect polio mayoritas berada di usia 5 hingga 15 tahun. Karena itu, Pemkab Sampang proaktif menggerakkan kader posyandu yang ada.

Ia juga menjelaskan, gejala awal polio adalah demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher, dan nyeri pada anggota tubuh.

Polio disebabkan oleh virus yang menular dan sebagian besar menyerang anak-anak. Virus tersebut memasuki tubuh dari mulut melalui air atau makanan yang terkontaminasi dengan bahan feses orang yang terinfeksi.

"Kami telah mengirim sampel ke Dinkes Jatim untuk dilakukan uji laboratorium terkait temuan adanya anak yang suspect polio tersebut," kata dia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kabupaten Sampang termasuk sebagai salah satu kabupaten di Pulau Madura yang pernah berada di zona merah dalam kasus polio. Per Januari 2024, ditemukan dua anak yang positif polio di kabupaten ini.


(SUR)

Berita Terkait