Pemkab Ngawi Perluas Lahan Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan

ilustrasi - Petani membajak sawah menggunakan mesin untuk mempersiapkan tanam padi di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Antara Jatim/Foto/Siswowidodo ilustrasi - Petani membajak sawah menggunakan mesin untuk mempersiapkan tanam padi di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Antara Jatim/Foto/Siswowidodo

Ngawi: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, Jawa Timur, tengah memperluas lahan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan (PRLB) sebagai langkah untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Ngawi, Supardi, menjelaskan bahwa pertanian ramah lingkungan berkelanjutan adalah sistem yang mengelola seluruh sumber daya pertanian dan input usaha tani dengan bijak, berbasis inovasi teknologi, guna meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan, menguntungkan secara ekonomi, serta tidak merusak fungsi lingkungan.

"Untuk progres program pertanian ramah lingkungan berkelanjutan di Kabupaten Ngawi pada tahun 2023 telah mencapai seluas 8.941 hektare," ujar Supardi dikutip dari Antara, Jumat, 7 Juni 2024.

Pada Mei 2024, terjadi penambahan lahan seluas 3.892 hektare, sehingga total luas lahan PRLB di Ngawi kini mencapai 12.833 hektare atau 25,11 persen dari total luas baku sawah di Kabupaten Ngawi.

"Luasan tersebut akan terus bertambah seiring dengan pengembangan inovasi program pertanian ramah lingkungan berkelanjutan yang dilakukan," katanya.

Supardi menambahkan bahwa sejumlah langkah dan inovasi terus dilakukan untuk memperluas pertanian ramah lingkungan berkelanjutan di Ngawi. Di antaranya adalah program "Electricity for Farming" yang bekerja sama dengan PLN, mandiri benih In-situ di Ngawi agar benih mudah didapat, serta hilirisasi pertanian yang bekerja sama dengan "offtaker" yang menampung hasil panen padi Kabupaten Ngawi.

Selain itu, pihaknya juga melakukan mitigasi terhadap dampak kemarau melalui perbaikan irigasi tersier, perpompaan, sumur "submersible", penyediaan varietas toleran kering, serta bantuan benih.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan lahan pertanian ramah lingkungan berkelanjutan di Ngawi terus meningkat sehingga mampu menghasilkan mutu produksi padi yang lebih baik untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

 

 


(SUR)

Berita Terkait