Dosen dan Mahasiswa Kebidanan Unusa Ajak Ibu Hamil Yoga dan Cek Kesehatan Bayi

Puluhan ibu hamil mengikuti senam yoga yang digelar Unusa (Foto / Hum) Puluhan ibu hamil mengikuti senam yoga yang digelar Unusa (Foto / Hum)

SURABAYA : Puluhan dosen dan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yang tergabung dalam Program Studi (Prodi) D3 dan S1 Kebidanan mengadakan kegiatan pemeriksaan ibu hamil, senam yoga ibu hamil serta pijat bayi. Kegiatan ini dalam rangka pengabdian masyarakat dan memeriahkan ulang tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-71. Lebih dari 18 ibu hamil dan 30 anak bayi mendapatkan layanan tersebut, Kamis 30 Juni 2022.

Kaprodi S1 Kebidanan Unusa, Nanik Handayani mengungkapkan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian para dosen dan mahasiswa Prodi Kebidanan Unusa terhadap ibu dan bayi. Dalam kegiatan ini, terdapat beberapa rangkaian acara, yakni pemeriksaan ibu dan bayi, pijat bayi, dan senam yoga ibu hamil.

"Senam yoga ibu hamil sangat bermanfaat dilakukan selama kehamilan. Berlatih senam hamil pada masa kehamilan dapat membantu melatih pernafasan dan membuat ibu hamil merasa rileks sehingga memudahkan adaptasi ibu terhadap perubahan tubuh selama kehamilan," ungkapnya.

Perempuan yang juga sebagai Pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Wilayah Jawa Timur ini menambahkan, selama hamil seorang wanita mengalami berbagai perubahan pada tubuhnya, termasuk kenaikan berat badan. Akibatnya, rasa lelah sering kali datang disertai nyeri punggung sehingga membuat malas bergerak. Padahal, melakukan aktivitas fisik selama kehamilan dapat membantu proses persalinan.

"Ada beberapa gerakan senam ibu hamil untuk memperlancar persalinan. Latihan selama kehamilan, atau yang lebih dikenal dengan senam yoga hamil ini memiliki banyak manfaat, di antaranya mengurangi nyeri punggung, meningkatkan energi, serta menguatkan kekuatan dan stamina. Wanita yang sedang hamil direkomendasikan untuk melakukan 30 menit latihan fisik tingkat sedang. Ini dapat dilakukan hampir setiap hari sejak awal kehamilan. Mulailah dari 10 hingga 15 menit sehari, kemudian tambah durasi menjadi 5 menit secara bertahap," ungkapnya.

Baca juga : 4 Calon Jemaah Haji Cadangan dari Sumenep Berangkat ke Tanah Suci

Kaprodi D-3 Kebidanan Unusa,  Fitria Dwi Anggraini, menungkapkan, bagi setiap wanita, kehamilan menjadi suatu moment yang dinanti-nantikan setelah melewati jenjang pernikahan. Saat kehamilan tiba, para calon ibu perlu mempersiapkan segala hal dengan sangat matang supaya sang ibu maupun janin yang dikandungnya tetap sehat dan selamat.

"Banyak usaha serta program yang dapat para calon ibu lakukan demi memperoleh masa kehamilan serta proses melahirkan yang optimal. Salah satu program yang cukup penting namun sering kali dianggap sepele dan diabaikan adalah senam ibu hamil," ungkapnya.

Fitria menambahkan, saat hamil, rahim wanita membesar sedemikian rupa sehingga tubuh harus beradaptasi. Selain untuk mengurangi efek samping yang ada, senam ibu hamil juga dapat memberikan banyak manfaat seperti meredakan nyeri dan sakit yang dirasakan di masa kehamilan, mengencangkan otot, memperkuat jantung dan paru, membuat tidur lebih nyenyak, serta dapat mempermudah proses kelahiran.

"Manfaat melakukan senam hamil adalah memperoleh relaksasi yang sempurna. Relaksasi yang sempurna diperlukan selama kehamilan dan persalinan, selaian mengurangi gangguan psikologis baik kecemasan dan stress yang timbul dari dalam maupun dari luar, juga mengatasi nyeri serta dapat mempengaruhi relaksasi segmen bawah uterus yang mempunyai peran penting dalam persalinan yang fisiologis. Senam hamil bermanfaat untuk mempertahankan dan mengoptimalkan keseimbangan fisik, memelihara kesehatan kehamilan, serta mempermudah proses persalinan," ungkapnya.

Selain periksan kehamilan dan senam yoga hamil, puluhan anak dan bayi juga menerima pemijatan yang dilakukan oleh para mahasiswa. Pemijatan dilakukan untuk menstimulus perkembangan dan pertumbuhan anak dan bayi. Dalam kegiatan ulang tahun IBI, Unusa juga memberikan kemudahan dan potongan uang DPP bagi lulusan SMA/MA/SMK yang melakukan pendaftaran Prodi Kebidanan. Potongan DPP hingga 70%.


(ADI)

Berita Terkait