KBS Jadi Destinasi Favorit saat Liburan, Pengunjung Diprediksi Capai 15000 Orang

Pengunjung Kebun Binatang Surabaya (KBS) (Foto / Metro TV) Pengunjung Kebun Binatang Surabaya (KBS) (Foto / Metro TV)

SURABAYA : Setelah beberapa tahun tutup akibat pandemi, Kebun Binatang Surabaya (KBS) masih menjadi salah satu destinasi wisata bagi masyarakat untuk merayakan libur lebaran di momen Idul Fitri 1443 H/2022 ini. Terbukti, para pengunjung dari dalam kota maupun luar kota memadati area KBS, Selasa 3 Mei 2022.

"Siang sudah 5000 orang yang masuk dari berbagai kota di Jawa Timur. Kalo kemarin 3000an dan memang sudah kita prediksi akan terjadi peningkatan saat sore ini," ujar Humas KBS, Agus Supangkat.

Agus memperkirakan, angka pengunjung pada hari ini akan terus naik dan menyentuh angka 15.000. Untuk mengantisipasi kerumunan di dalam KBS, pihaknya telah menyiapkan petugas mandiri dibantu pihak Kepolisian, Satpol PP, dan BPBD Jawa Timur.

"Untuk prokes selalu jadi perhatian kami. Selain ada 80 orang yang tergabung dalam Satgas mandiri KBS, juga dibantu rekan-rekan dari kepolisian dan stakeholder yang ada," imbuh Agus.

Dari pantauan, terlihat di halaman KBS telah disiagakan mobil vaksin yang dilengkapi dengan biddokkes Polda Jatim yang dikhususkan untuk warga yang ingin vaksin. Sebelum memasuki wilayah KBS, pengunjung diwajibkan melakukan scan QR PeduliLindungi. Tidak ada kerumunan di pintu masuk walaupun di dalam area KBS ramai dengan pengunjung yang didominasi keluarga.

Baca juga : Cerita Toleransi di Malang, Sediakan Halaman Gereja untuk Salat Idul Fitri

Selain itu, tampak petugas dari KBS menyerukan agar menggunakan masker dengan benar dan tetap rutin cuci tangan pada wastafel yang telah tersedia. Salah satu pengunjung asal Surabaya, Abdullah Firman Hutapea mengatakan, dirinya puas dengan pelayanan yang ada di KBS. Walaupun ramai, tetapi tidak terjadi kerumunan.

"Ngajak anak-anak ini mas, biar tahu hewan yang ada di Surabaya. Puas sih mas walaupun rame tetap menjaga prokes di sini. Jadinya ngerasa aman dan nyaman," urainya.

 


(ADI)

Berita Terkait