Dari Hobi Jadi Bisnis, Kriya Sepatu Lukis Diminati Hingga Luar Negeri

Helena Alfionitasari tengah menyelesaikan pesanan sepatu lukis di ruang kerjanya (Foto / Metro TV) Helena Alfionitasari tengah menyelesaikan pesanan sepatu lukis di ruang kerjanya (Foto / Metro TV)

MALANG : Berawal dari hobi, Helena Alfionitasari bisa membuka usaha. Dia melukis ke media sepatu dan tas sebagai pengganti kanvas. Saat ini, karyanya banyak dicari konsumen, tak hanya di dalam negeri melainkan juga dari luar negeri. 

Tren sepatu lukis ini sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa tahun silam di Indonesia. Sejak tahun 2014 pula, Helena Alfionitasari yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas memulai hobi melukis di atas media sepatu tas dan kaos. 

Dimulai dari teman dan keluarga, sepatu lukis Helena mulai banyak dikenal warga Malang. Beberapa tahun berselang, bisnis sepatu lukis bernama Utapes Paint miliknya dimulai secara profesional.

Tak hanya mengusung tema pop art dan kartun natural dan abstrak. Kreasi sepatu lukis Helena, juga membuka pintu bagi desain asli konsumen. Melalui jari-jarinya inilah, Helena menyelesaikan setiap lukisan. 

"Sepasang sepatu dengan maksimal pengerjaan 14 hari kerja. Tergantung kerumitan gambar yang diminta," kata  Helena.

Satu pasang sepatu lukis, Helena mematok jasa minimal Rp 2 ratus ribu. Tergantung pada kerumitan desain, warna dan bahan yang digunakan.

Di awal kreasinya, sepatu lukis milik helena banyak di minati pelajar, mahasiswa dan anak muda kota Malang. Seiring berjalannya waktu, termasuk memasuki media sosial pesanan sepatu lukis milik helena terus berkembang. 

"Pesanan dari sejumlah kota di Indonesia dan luar negeri khsusunya negara di kawasan Asia," terangnya. 

Meski berawal dari hobi melukis di saat kecil, Helena kini tengah menyempurnakan ilmunya di jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Malang. Tak hanya sepatu, tas kanvas dan kaos juga menjadi media melukisnya. 


(ADI)