SURABAYA: Kontroversi muncul menyusul temuan lima kombinasi racikan obat Covid-19 yang diklaim tim peneliti dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Ada yang meragukan lantaran penemuan ini belum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.
Kelima jenis kombinasi racikan obat yang diungkap Rektor Unair Mohammad Nasih belum lama ini adalah loprinavir-ritonavir-azitromisin, oprinavir-ritonavir-doksisiklin, loprinavir-ritonavir-klaritomisin, hidroksiklorokuin-azitromisin, dan hidroksiklorokuin-doksisiklin.
Menurut Nasih, kombinasi obat-obat tersebut terjamin keamanannya. Obat-obatan itu juga sudah ada di pasaran, terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan telah teruji secara klinis.
Namun Pakar Farmakologi & Clinical Research Supporting Unit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Nafrialdi mengatakan jika penemuan tersebut harusnya dilandasi oleh publikasi di jurnal ilmiah sebelum diumumkan ke masyarakat luas.
Jurnal ilmiah diperlukan untuk pemeriksaan metode, hasil penelitian, dan penarikan kesimpulan. Terlepas dari keraguan itu, mari kita kenali lima jenis obat-obatan yang diklaim menjadi penangkal virus korona. Jangan diracik sendiri lho!
Hidroksiklorokuin
Hidroksiklorokuin merupakan obat yang dipakai untuk menangani, mengobati, dan mencegah penyakit malaria. Fungsinya mirip dengan klorokuin. Sayangnya penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menjelaskan bahwa obat ini nggak efektif mencegah penularan Covid-19. Padahal obat ini banyak dilirik ilmuwan untuk mengganggu kemampuan virus menginfeksi sel.
Lopinir dan Ritonavir
Obat jenis lopinavir dan ritonavir adalah kombinasi obat untuk pencegahan HIV/AIDS. Secara umum, obat ini diberikan dalam dosis rendah dan dikombinasikan dengan obat ARV.
Azitromisin
Azitromisin digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi akibat bakteri seperti untuk resep mengobati infeksi di paru-paru, hidung dan tenggorokan, sendi dan tulang, darah, kulit, serta penyakit menular seksual layaknya gonore dan klamidia. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan dan penyebaran bakteri agar nggak meluas.
Doxicycline dan Claritromisin
Doxicycline dan Claritromisin memiliki fungsi yang mirip dengan azitomisin. Doxycycline merupakan obat dari golongan antibiotik tetracycline (tetrasiklin) yang dipakai untuk mengatasi bermacam-macam infeksi bakteri. Obat ini juga bisa dipakai untuk mengatasi jerawat.
(TOM)