SURABAYA: Melesatnya jumlah kasus covid-19 di Jawa Timur membuat Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto terheran- heran. Apalagi, jumlah kasus positif di Jatim sudah menembus angka 10 ribu orang menyamai DKI Jakarta.
"Makanya, saya akan berupaya mengurai apa pokok persoalannya. Kalau karena protokol kesehatan, ya protokol kesehatannya harus terus didisiplinkan. Supaya bisa mengurangi angka tertular covid-19," ujarnya.
Untuk itu, lanjut Terawan, pihaknya mendorong agar penerapan protokol kesehatan bisa menjadi budaya di tengah masyarakat.
"Protokol kesehatan itu harus sudah menjadi istilahnya budaya dan harus melekat di hati sanubari penduduk. Artinya harus melaksanakan protokol kesehatan baik di lingkungan dia tinggal, di lingkungan bekerja, di rumah sakit, juga harus protokol kesehatan," ujarnya.
Selain displin, Terawan mengaku pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan daerah dalam upaya memutus penyebaran covid-19. Komunikasi intensif juga menjadi kunci utama, agar langkah-langkah yang dilakukan di daerah, sejalan dengan yang diupayakan pemerintah pusat.
"Kita bersama-sama bekerja keras dan terus berkomunikasi antara daerah dengan pusat. Sehingga kami tahu apa sih kesulitannnya, sehingga tidak salah dalam penerapannya. Itulah yang paling penting supaya sinkronisasi semua hal yang kita rencanakan cocok dengan kebutuhan dan keperluan daerah," kata Terawan.
Hingga Selasa 23 Juni 2020, tercatat angka positif di Jatim mencapai 10.092 kasus. Lebih dari separuh jumlah kasus positif berasal dari Surabaya.
(TOM)