Komunitas Gusdurian Ajak Masyarakat Bantu Korban Gempa Bawean

Sejumlah masyarakat terdampak gempa menempati tempat pengungsian mandiri di Kecamatan Tambak, Bawean, Gresik, Minggu (24/3/2024). ANTARA/HO-Gusdurian Peduli. Sejumlah masyarakat terdampak gempa menempati tempat pengungsian mandiri di Kecamatan Tambak, Bawean, Gresik, Minggu (24/3/2024). ANTARA/HO-Gusdurian Peduli.

Gresik: Komunitas Gusdurian mengajak seluruh masyarakat ikut bantu meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa di Pulau Bawean. Sebab, puluhan ribu warga Bawean sampai saat ini tidak berani tinggal di rumah sendiri dan lebih memilih mengungsi di tenda-tenda darurat dari terpal seadanya.

"Puluhan ribu pengungsi itu terkonsentrasi di beberapa titik lokasi pengungsian, salah satunya di kecamatan Tambak dengan fasilitas pengungsian seadanya, ditambah lagi air sumur keruh dan berwarna kecoklatan," tutur Koordinator Gusdurian Peduli Gus Aak Abdullah Alkudus dikutip dari Antara pada Senin, 25 Maret 2024.

Berdasarkan data yang telah dihimpun bahwa Kerusakan di Kecamatan Tambak meliputi 387 rumah rusak berat,  906 rumah rusak sedang, dan 1.354 rumah rusak ringan. Selain itu, 25 Masjid, 70 mushola, 56 sekolah dan 12 kantor layanan publik juga ikut terdampak gempa.

Data sementara mencatat pengungsi terdiri dari 6.203 anak-anak, 8.563 orang dewasa, dan 2.508 lansia.

"Pada Sabtu (23 Maret 2024) malam, kami menggelar rapat koordinasi penangan bencana gempa di Pulau Bawean bersama GUSDURian Peduli. Hasilnya, Senin ini sudah akan dilakukan pelatihan relawan untuk melakukan Kaji Cepat atau penilaian terhadap kebutuhan penanganan bencana di lokasi gempa," kata Gus Aak.

Dia menyebut sejumlah lokasi pengungsian belum mempunyai fasilitas memadai. Misalnya, pengungsian di Desa Dagangan tidak tersedia tenda, dapur umum, dan toilet yang layak. Gus Aak menjelaskan bahwa saat ini tim tanggap bencana di lokasi gempa telah memprioritaskan penanganan kebutuhan dasar untuk para pengungsi.

"Kebutuhan itu diantaranya, dapur umum, sembako, tenda, selimut, tikar atau matras, obat-obatan, air minum, lampu untuk tenda, gas LPG dan sarung," papar Gus Aak.

Dapat diketahui Pulau Bawean termasuk pulau yang kecil sehingga tim tanggap bencana kesulitan dalam memberikan bantuan kemanusiaan.

“Karena itu, relawan lokal berperan besar membantu penyaluran bantuan, sehingga respons akan lebih cepat dan efektif,” terang Gus Aak.

Komunitas GUSDURIan Peduli juga membuka rekening BCA 8610603999 atas nama Yayasan Jaringan Gusdurian Peduli untuk menyalurkan donasi bencana gempa Bawean.

"Narahubung bisa kontak di nomor 0822-5900-6523 atas nama Ridho," ujar Gus Aak.

Sementara itu, putri bungsu Gus Dur, Inaya Wahid bercermin dari dampak gempa yang begitu besar meminta semua pihak untuk peduli dengan melakukan penanganan serius kepada gempa Bawean.

"Sebagai bagian dari masyarakat, kita harus bahu-membahu sebab ini membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit,” jelas Inaya.


(SUR)

Berita Terkait