Marak, Jajanan Takjil Mengandung Boraks

Petugas DInkes dan BPOM melakukan sidak di Pasar Takjil, Kota Blitar. (metrotv) Petugas DInkes dan BPOM melakukan sidak di Pasar Takjil, Kota Blitar. (metrotv)

BLITAR: Petugas gabungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar dan BPOM  menggelar sidak jajanan dan minuman yang dijual di pasar takjil. Hasilnya, ditemukan makanan dan minuman mengandung zat berbahaya. 

Sejumlah lapak milik pedagang takjil di Jalan A. Yani, Kota Blitar didatangi  petugas gabungan Dinas Kesehatan serta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kediri, Sabtu 24 April 2021. 

Petugas mengambil beberapa sampel jajanan dan minuman yang dijual di lokasi tersebut. Selain mengambil sample, petugas juga mendata masing-masing pedagang. 

Setelah mengambil sample, petugas langsung melakukan pengecekan uji laboraturium yang sudah disiapkan di sekitar lokasi pasar takjil . Total ada  sebanyak 21 sample makanan serta minuman takjil diperiksa kandunganya. 

Dari hasil pengecekan, petugas menemukan beberapa makanan mengandung zat berbahaya. Seperti boraks dalam jajanan jenis krupuk serta cendol dan es pleret yang mengandung rhodamin.   

"Ada juga sayuran yang mengandung zat formalin, " ujar Andreas Jaya, Staf BPOM Kediri.

Petugas menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam membeli makanan.   Sebab,  selain sebagai pengawet ternyata formalin juga dapat mempertajam warna makanan. 

"Masyarakat agar lebih hati-hati memilih jajanan yang dijual, bahan pengawet  seperti formalin berbahaya bagi tubuh, " pesannya. 


(TOM)

Berita Terkait