PONOROGO: Satreskrim Polres Ponorogo akhirnya melakukan pemeriksaan terhadap penjual jajan ice smoke yang membuat bocah berusia lima tahun mengalami luka bakar. Kasus ini tidak berlanjut ke ranah hukum karena diselesaikan secara kekeluargaan.
Kepada polisi, Rusmanto penjual ice smoke mengaku, sepanjang tujuh tahun berjualan jajan tersebut baru pertama mengalami kejadian itu. Pria 50 tahun asal desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko, Ponorogo ini sudah berjualan sejak 2015.
"Saya jualan sejak 2015, berhenti sebentar karena pandemi dan jualan lagi. Tidak pernah terjadi apa-apa, baru kali ada kejadian seperti ini, sumber api juga tidak yang tahu, " ujarnya.
Sementara Kanit Pidana Umum Satreskrim Polres Ponorogo, Ipda Guling Sunaka mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara diketahui jajanan yang dijual Rusmanto itu terdapat bahan kimia yaitu nitrogen.
BACA: Jajan Chiki Kebul, Wajah Bocah di Ponorogo Terbakar
"Nitrogen berbahaya jika mengenai kulit langsung. Bisa menimbulkan luka seperti terbakar, " ujarnya.
Namun pihak kepolisian tidak bisa menjerat tersangka lantaran tidak ada pihak yang melapor atas kasus itu. Perkara ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
"Sudah diselesaikan dengan kekeluargaan dengan biaya pengobatan selama di rumah sakit ditanggung penjual, " jelasnya.
Meski diselesaikan secara kekeluargaan, namun polisi masih menyelidiki kejadian ini, termasuk berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan juga BPOM untuk mengetahui bahan-bahan yang digunakan dalam makanan itu sehingga bisa menimbulkan percikan api.
"Kami menghimbau kepada penjual agar sementara waktu menghentikan aktifitasnya menjual ice smoke, karena sudah ada buktinya berbahaya. Kami anjurkan beralih jualan jenis jajanan lain, " imbuhnya.
Sebelumnya diketahui, seorang bocah bernama Ahsan Farid Trisnanto (5) di Ponorogo, Jawa Timur, terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar akibat mengonsumsi jajanan Ice Smoke.
Jajanan itu mendadak mengeluarkan api dan menyambar tubuh korban. Meski mengalami luka bakar 30 persen, kondisi Ahsan cenderung stabil. Namun, Ahsan masih sulit untuk makan akibat luka bakar di mulutnya.
Ice smoke atau es asap saat ini sedang digemari anak-anak karena jajanan tersebut bisa mengeluarkan asap dingin saat dimakan. Camilan warna warni itu bisa mengeluarkan asap setelah disiram dengan cairan nitrogen.
(TOM)