Kapal Negara SAR 249 Permadi Siap Beroperasi di Jatim

Kapal Negara SAR 249 Permadi siap berlayar memberikan pertolongan kecelakaan laut (Foto / Hum) Kapal Negara SAR 249 Permadi siap berlayar memberikan pertolongan kecelakaan laut (Foto / Hum)

SURABAYA : Kepala Badan SAR Nasional (Kabasarnas) Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi meresmikan operasional Kapal Negara KN SAR 249 Permadi, Kamis 24 Juni 2021. Peresmian itu digelar di Terminal Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Nantinya KN SAR 249 digunakan untuk operasional kantor Basarnas wilayah Surabaya atau Jawa Timur. Peresmian kapal dengan panjang 40 meter ini ditandai dengan penarikan throttle oleh Kabasarnas bersama Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bersama jajaran Forkompimda Jatim dan Dirut PT Pelindo III (Persero).

KN SAR 249 Permadi ini memperkuat jajaran armada laut yang dioperasionalkan Kantor SAR Surabaya dalam mendukung pelaksanaan tugas Pencarian dan Pertolongan (SAR) di wilayah perairan laut Jawa Timur. Kabasarnas berharap nantinya Basarnas Surabaya dapat melaksanakan misi penyelamatan dan pertolongan dengan lebih cepat dan optimal di Lautan.

BACA JUGA : Masih Pandemi, Perayaan Yadnya Kasada di Gunung Bromo Tertutup untuk Wisatawan

“Orientasi operasional KN SAR 249 Permadi ini menjadi salah satu alat utama Kantor SAR Surabaya, sehingga penyelenggaraan operasi pencarian dan Pertolongan (SAR) di wilayah perairan laut dapat terlaksana lebih cepat dan lebih optimal lagi,” kata Kabasarnas.

Menurut Kabasarnas, Jawa Timur dengan Surabaya sebagai ibukota provinsi terbesar kedua setelah Jakarta, terus bergerak, terus berkembang, dan sarat kesibukan. Masyarakat beraktifitas dengan intensitas tinggi menggunakan moda transportasi baik darat, laut, maupun udara.

“Salah satu konsekuensi logis dari dinamika perkembangan masyarakat tersebut adalah kondisi kedaruratan, baik kecelakaan, bencana, maupun kondisi membahayakan manusia,” tegas Kabasarnas.

Sementara itu dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Basarnas. Karena kehadiran KN SAR 249 Permadi ini dapat memperkuat pelaksanaan tugas SAR di wilayah Jawa Timur.

Gubernur Khofifah menambahkan, wilayah laut Jatim merupakan terbesar di antara 6 provinsi di Jawa. Di selatan Jatim berbatasan dengan Samudera Hindia, di utara berbatasan dengan Laut Jawa, di timur beriring dengan Selat Bali.

BACA JUGA : Covid-19 Meningkat, 118 Bed di RS Rujukan Siti Khodijah Sidoarjo Penuh

“Semuanya pada saat-saat tertentu harus dilakukan berbagai antisipasi. Mitigasi yang sudah terkonfirmasi ini harus dilakukan dengan kesiapsiagaan bersama. Jadi kami berharap kehadiran KN SAR 249 Permadi ini akan berseiring dengan ikhtiar kita semua untuk bisa mewujudkan zero victim,” tegas Khofifah.

Sebagai informasi, spesifikasi kapal kelas 2 tipe kapal cepat tersebut terbuat dari aluminium dengan berat sekitar 1,188 ton, panjang 40 meter, lebar 7,80 meter, tinggi geladak utama 3,60 meter, serta memiliki kecepatan jelajah hingga 30 knot.

Kapal tersebut menggunakan 3 mesin 1400 HP dengan endurance 60 jam dan daya jelajah 1200 NM. Pengadaan kapal yang dilengkapi dengan berbagai peralatan SAR tersebut menggunakan anggaran multiyears dan dikerjakan oleh perusahaan dalam negeri. 4 kapal oleh PT Karimun Anugrah Sejati dan 2 unit lainnya oleh PT Palindo Marine.

Penempatan 6 kapal tersebut, yaitu KN SAR 249 Permadi untuk Kantor SAR Surabaya, KN SAR 250 Puntadewa untuk Kantor SAR Maumere, KN SAR 251 Parikesit untuk Kantor SAR Mamuju, KN SAR 252 Seta untuk Kantor SAR Tarakan, KN SAR 247 Tetuka untuk Kantor SAR Banten dan KN SAR 248 Sanjaya 248 untuk Kantor SAR Medan.

Kabasarnas menjelaskan, nama Permadi diambil dari nama lain dari Arjuna, anggota ketiga dari Pandawa Lima. Permadi adalah ksatria yang memiliki watak atau karakteristik yang cerdik, pandai, pendiam, teliti, sopan santun, berani, dan suka melindungi yang lemah.

“Dengan hadirnya kapal ini, saya berharap Kantor SAR Surabaya semakin sinergi dan solid dengan Potensi SAR yang ada di Jawa Timur sehingga penyelenggaraan SAR dapat berjalan lebih efektif dan efisien serta berimplikasi positif pada pembangunan di daerah Jawa Timur,” pungkasnya


(ADI)

Berita Terkait