Polda Jatim Kerahkan 1.013 Polisi Amankan Pemilu

Personel Polda Jatim yang di-BKO ke daerah rawan saat Pemilu 2024. ANTARA/HO-Bidhumas Polda Jatim. Personel Polda Jatim yang di-BKO ke daerah rawan saat Pemilu 2024. ANTARA/HO-Bidhumas Polda Jatim.

Surabaya: Kepolisian Daerah Jawa Timur mengirim sebanyak 1.013 personel dalam rangka tugas Bawah Kendali Operasi (BKO) untuk mengamankan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Ribuan polisi itu dikerahkan di sejumlah daerah rawan. 

Hal tersebut diungkap Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto saat apel pemberangkatan personel yang menjadi bagian dari Operasi Kepolisian Terpusat Mantap Brata Semeru 2023-2024. Operasi ini digelar dalam rangka pengamanan tahapan penyelenggaraan pemilu 2023-2024 di wilayah hukum Polda Jatim.

"Beberapa hari ke depan kita akan memasuki tahapan penting dari tahapan pemilu serentak tahun 2024, yaitu tahap pemungutan dan hitung suara tanggal 14 Februari 2024," kata Imam Sugianto dikutip dari Antara pada Selasa, 12 Februari 2024.

Personel ini ditempatkan di TPS yang membutuhkan penebalan. Seluruh petugas kepolisian diminta berkonsolidasi dengan baik bersama pengamanan TPS. Pengamanan ini juga bekerja sama dengan TNI.

Beberapa polres sudah membuat inovasi-inovasi untuk menggugah beragam konten untuk mengajak pemilih, terutama generasi milenial, untuk tertarik menuju TPS. Harapannya, generasi muda semakin mawas dan tertarik untuk menggunakan hak pilih. 

"Setelah mencoblos mereka bisa makan gratis di gerai-gerai di Surabaya kurang lebih ada 100 ribu pemilih pertama yang menyalurkan suara," kata Imam.

Imam juga mengimbau kepada generasi muda agar menyukseskan pemilu dengan mendatangi TPS dan berharap partisipasi pemilih dalam Pemilu 2024 melebihi tahun 2019 lalu. Dia juga menginstruksikan daerah dengan potensi atau sejarah kerawanan pemilu lebih waspada.

Misalnya Polresta Banyuwangi dan empat Polres di Madura, terutama di Sumenep serta di Blitar Kota.

"Kita belajar dari tahun 2019. Dulu di Madura ada kotak suara hilang, diadakan PSU (pemungutan suara ulang) lagi kemudian bentrokan pendukung yang fanatik antara pendukung capres maupun cawapres sampai berdampak pembakaran polsek di Sampang," ujarnya.

Imam menyebut 137 TPS rawan di Jatim mayoritas berada di Madura. Pengamanan TPS rawan dibuat lebih tebal dengan pengamanan dua polisi.

"Kami sudah menyiapkan pasukan siaga untuk mengantisipasi yakni sebanyak kontingensi tiga SSK (Satuan Setingkat Kompi) baik Brimob maupun Samapta setiap saat siap digerakkan," katanya.


(SUR)

Berita Terkait