Pemkab Pasuruan Meminta Para Investor Untuk Terlibat Tangani Stunting

Pelaksanaan posyandu akbar di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. ANTARA/ HO Pemkab Pasuruan Pelaksanaan posyandu akbar di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. ANTARA/ HO Pemkab Pasuruan

Clicks: Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur meminta perusahaan utamanya investor-investor untuk terlibat aktif dalam membantu menangani stunting.

Wakil Bupati Pasuruan, Abdul Mujib Imron (Gus Mujib) mengungkapkan bahwa kini telah terdapat beberapa perusahaan yang peduli terhadap kasus stunting di wilayah terdekat. Tetapi, jumlahnya belum sebanding.

“Ada perusahaan dari Pandaan, Bangil, Kejayaan, dan wilayah lainnya. Tapi jumlahnya masih sedikit kalau dibanding dengan ribuan perusahaan yang ada di Kabupaten Pasuruan,” ujar Gus Mujib, dikutip dari Medcom.id, Jumat, 26 Agustus 2022.

Gus Mujib mengatakan bahwa kepedulian yang dimaksud ialah menyisihkan dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) khusus untuk penanganan stunting. Ia pun mengatakan, keterlibatan perusahaan merupakan hal yang sangat penting dalam pengentasan stunting. Lantaran, apabila hanya pemerintah daerah yang terlibat, itu akan membutuhkan waktu lama sebab kondisi keuangan daerah yang masih sangat terbatas.

“Untuk itu, harus ada peran dan keterlibatan pihak swasta secara bersama mengatasi permasalahan ini. Karena kalau semuanya urusan pemerintah daerah, ya pasti akan lama karena keterbatasan anggaran yang ada,” terangnya.

Hingga kini, peran pemerintah daerah dalam rangka menurunkan angka stunting sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir. Terbaru adalah program “Kasih Bersanding Mesra”, singkatan dari Keluarga Bersih Bersama Sadar Stunting Menuju Masyarakat Sejahtera. Program tersebut sudah dilandasi dengan Peraturan Bupati Pasuruan Nomor 2 Tahun 2022 tentang gerakan Kasih Bersanding Mesra.

Menurut Gus Mujib, program baru ini lebih mengajak semua pemangku kepentingan supaya bersama-sama mengurangi stunting. Khususnya, percepatan upaya penurunan stunting dengan koordinasi yang solid antarpemangku kepentingan.

“Harus ada kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, organisasi profesi, hingga akademisi. Semua kalangan dirangkul sebagai satu kekuatan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa asupan gizi anak di seribu hari kehidupan itu sangatlah penting.

 

BACA: Cegah Stunting, Mahasiswa Unusa Bagikan Tips Membuat MPASI Sehat


(SUR)

Berita Terkait